Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pandemi Covid-19, Masyarakat Diminta Beradaptasi Jalani Gaya Hidup Baru
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru Bicara Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat saat ini harus dapat beradaptasi dengan kondisi normal yang baru, yakni menjalani gaya hidup baru dalam situasi pandemi virus corona Covid-19.
[pilihan-redaksi]
"Karena pandemi ini bukan hanya masalah negara, tapi dunia, kalau kita tidak adaptasi dengan cara hidup baru, kita tidak akan bertahan hadapi Covid," tegas Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB Jakata, Rabu (13/5/2020).
Ia menegaskan, hal ini dikarenakan hingga saat ini belum ada vaksin atau pun obat untuk virus corona.
Karena itu, menurut dia, tidak mungkin kekebalan terhadap virus corona Covid-19 dapat dimiliki oleh setiap orang. Apalagi mereka yang memiliki imunitas kurang baik.
"Kita sadar sekarang belum ditemukan vaksin, obat. Sehingga tidak mungkin kita berikan kekebalan kepada semua orang agar yakin kebal dan tidak terserang penyakit," kata Yurianto.
Yurianto menjelaskan, gaya hidup baru yang dimaksud adalah dengan mendisiplinkan protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan.
"Ini untuk menjaga imunitas dan juga dengan istirahat, aktivitas seimbang, asupan gizi baik. Mengendalikan penyakit ini kita harus ubah cara hidup. Ini yang kita maksud dengan gaya hidup baru, normal yang baru," Yurianto menandasi.
Sumber:Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan