Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Distan Buleleng Sinergi Fasilitasi Kelompok Tani di Desa Bukti
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng kembali melakukan upaya pengembangan sektor pertanian di Buleleng. Kali ini Distan Buleleng bersinergi dengan PT. Indonesia Power Bali PGU PLTGU Pemaron memfasilitasi beberapa kelompok tani yang ada di Desa Bukti. Hal ini dilakukan untuk menunjang produktifitas hasil pertanian di Buleleng.
[pilihan-redaksi]
Distan Buleleng dalam hal ini memfasilitasi para kelompok tani dengan persediaan penampungan air berupa embung untuk membantu pengairan di lahan pertanian. Hal itu merupakan salah satu program yang digagas Distan Buleleng yakni pengembangan air irigasi. Sehingga lahan pertanian marginal dapat ditanami dengan tanaman-tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Baik itu berupa buah, sayuran serta biji-bijian. Program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2012 lalu.
“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama dengan Indonesia Power seperti ini kita dapat menghijaukan Buleleng,” ujar Kepala Distan Buleleng, Ir. I Made Sumiarta usai melakukan panen perdana beberapa jenis buah pisang, dalam program pengembangan banana smart village PT. Indonesia Power Bali PGU PLTGU Pemaron, di Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Jumat (5/6).
Ditemui di lokasi yang sama, Manager Unit PT. Indonesia Power (IP) Bali PGU PLTGU Pemaron, I Nyoman Purwakanta, ST mengatakan pihaknya memiliki program industri hijau dalam hal perbaikan lingkungan. Pada tahun 2019 lalu, IP Bali unit PLTGU Pemaron mendapatkan penghargaan pengelolaan lingkungan berupa proper hijau. Bantuan dari IP Bali terhadap sektor pertanian di Desa Bukti tersebut berupa solar cell. Itu berfungsi sebagai tambahan power atau suplai untuk pompa air yang digunakan untuk pengairan.
“Selain itu juga kami membantu sebanyak 600 bibit pisang terhadap para kelompok tani disini, semoga ini dapat meberikan manfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kerti Winangun, I Made Suparta menjelaskan pengembangan pemberdayaan kelompok tani merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk mengatasi kemiskinan. Sejak tahun 2012, Sumber Daya Manusia (SDM) petani tebilang cukup rendah, sehingga di tahun 2019 dilakukan penyuluhan terhadap petani di desa tersebut. Tahap sebelumnya pada Desember 2019, sebanyak tujuh kelompok tani di Desa Bukti sudah melakukan penanaman melalui dana desa sebanyak 5000 tanaman, dan tahap selanjutnya sebanyak 4000 tanaman.
“Target kami dalam lima tahun dapat melakukan penanaman seluas 60 hektar. Ada tiga kategori pohon pisang yang kita tanam, untuk bahan olahan, bahan banten untuk upacara agama, dan buah meja untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2514 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun