Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Distan Buleleng Sinergi Fasilitasi Kelompok Tani di Desa Bukti
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng kembali melakukan upaya pengembangan sektor pertanian di Buleleng. Kali ini Distan Buleleng bersinergi dengan PT. Indonesia Power Bali PGU PLTGU Pemaron memfasilitasi beberapa kelompok tani yang ada di Desa Bukti. Hal ini dilakukan untuk menunjang produktifitas hasil pertanian di Buleleng.
[pilihan-redaksi]
Distan Buleleng dalam hal ini memfasilitasi para kelompok tani dengan persediaan penampungan air berupa embung untuk membantu pengairan di lahan pertanian. Hal itu merupakan salah satu program yang digagas Distan Buleleng yakni pengembangan air irigasi. Sehingga lahan pertanian marginal dapat ditanami dengan tanaman-tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Baik itu berupa buah, sayuran serta biji-bijian. Program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2012 lalu.
“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama dengan Indonesia Power seperti ini kita dapat menghijaukan Buleleng,” ujar Kepala Distan Buleleng, Ir. I Made Sumiarta usai melakukan panen perdana beberapa jenis buah pisang, dalam program pengembangan banana smart village PT. Indonesia Power Bali PGU PLTGU Pemaron, di Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Jumat (5/6).
Ditemui di lokasi yang sama, Manager Unit PT. Indonesia Power (IP) Bali PGU PLTGU Pemaron, I Nyoman Purwakanta, ST mengatakan pihaknya memiliki program industri hijau dalam hal perbaikan lingkungan. Pada tahun 2019 lalu, IP Bali unit PLTGU Pemaron mendapatkan penghargaan pengelolaan lingkungan berupa proper hijau. Bantuan dari IP Bali terhadap sektor pertanian di Desa Bukti tersebut berupa solar cell. Itu berfungsi sebagai tambahan power atau suplai untuk pompa air yang digunakan untuk pengairan.
“Selain itu juga kami membantu sebanyak 600 bibit pisang terhadap para kelompok tani disini, semoga ini dapat meberikan manfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kerti Winangun, I Made Suparta menjelaskan pengembangan pemberdayaan kelompok tani merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk mengatasi kemiskinan. Sejak tahun 2012, Sumber Daya Manusia (SDM) petani tebilang cukup rendah, sehingga di tahun 2019 dilakukan penyuluhan terhadap petani di desa tersebut. Tahap sebelumnya pada Desember 2019, sebanyak tujuh kelompok tani di Desa Bukti sudah melakukan penanaman melalui dana desa sebanyak 5000 tanaman, dan tahap selanjutnya sebanyak 4000 tanaman.
“Target kami dalam lima tahun dapat melakukan penanaman seluas 60 hektar. Ada tiga kategori pohon pisang yang kita tanam, untuk bahan olahan, bahan banten untuk upacara agama, dan buah meja untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan