Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Hampir Tiap Hari Ada Pasien Covid-19 Meninggal, NTB Bentuk Tim Khusus
BERITABALI.COM, NTB.
Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkiflimansyah membentuk tim khusus, guna menanggulangi permasalahan Covid-19 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar).
[pilihan-redaksi]
Pasalnya, hingga kini kedua wilayah ini masih dalam kategori zona merah. Menyusul masih tingginya angka positif Covid-19 dan kasus kematian karena Covid-19 yang hampir setiap hari ada. Bekerjasama dengan TNI dan Polri, Gubernur meminta harus ada laporan tiap hari dari tim khusus, tentang perkembangan Covid-19 di kedua wilayah tersebut.
"Saya harap dari tim khusus ini harus ada laporan setiap hari kami terima. Ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 di dua wilayah ini," tegas Gubernur Zul, saat memimpin rapat koordinasi Sinergitas Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Mataram dan Lobar, di ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (30/6).
Berdasarkan laporan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr Hajah Sitti Rohmi Djalilah, perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram dan Lobar menunjukkan trend mengkhawatirkan. Baik dari jumlah orang yang meninggal maupun orang yang terkonfirmasi positif. Bahkan dari minggu ke minggu menunjukkan kondisi Mataram sedang tidak baik-baik saja. Karena sulitnya mengidentifikasi penyebarannya.
"Hampir setiap hari ada yang meninggal. Bukan hanya meninggal karena penyakit bawaan. Tapi juga meninggal secara mendadak dan masih usia muda," terang Wagub Ummi Rohmi, tentang pasien usia muda meninggal secara mendadak, setelah di Swab ternyata hasilnya positif.
Wagub Rohmi menegaskan untuk penanganan Covid-19 ini, diutamakan di tempat keramaian seperti pasar, destinasi wisata dan di tempat layanan publik lainnya.
Menanggapi 'warning' Gubernur dan Wagub tentang zona merah di wilayahnya, Walikota Mataram, H Ahyar Abduh mengungkapkan, selama tiga bulan terakhir Pemkot Mataram terus bekerja keras untuk mempercepat penanganan Covid-19. Namun faktanya, tingkat kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan masih sangat minim.
"Protokol kesehatan masih diabaikan oleh masyarakat. Terkait kerumunan masih terjadi di mana-mana. Namun kewajiban saat memakai masker keluar rumah menunjukkan antusias masyarakat cukup baik. Sekitar 70 persen warga kota Mataram memakai masker," ujar Ahyar Abduh.
Dijelaskannya, terjadinya penambahan positif Covid-19 di kota Mataram hanya pada orang dalam kategori PDP maupun ODP. Karena hasil tracking menunjukkan penyebaran Covid-19 dalam lingkungan hampir tidak pernah terjadi. Pasien PDP dan ODP yang meninggal rata-rata memiliki penyakit Komorbid atau penyakit bawaan. Dan penambahan positif dari klaster baru juga sudah tidak ada lagi.
"Untuk kebijakan pembatasan sosial berbasis lingkungan semua berjalab efektif di seluruh kota Mataram," paparnya.
Senada dengan penjelasan Walikota Mataram, dari Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid mengakui, upaya yang dilakukan pihaknya hampir sama. Bahkan kepada harus ada yang dihukum seperti penutupan toko-toko, apabila tidak menerapkan protokol kesehatan.
"Kami juga minta ke pak Gubernur, untuk memberi penambahan tenaga. Sehingga kami bisa memastikan semua protokol kesehatan di Kota Mataram dan Lobar bisa kita jalankan dengan konsisten," ucap Fauzan.
Data yang dirilis gugus tugas penanganan Covid-19 NTB, sampai dengan tanggal 30 Juni 2020 mencatat, jumlah terkonfirmasi positif di Kota Mataram sebanyak 525 orang, sembuh 304 orang. Sedangkan yang masih positif 189 orang dan yang meninggal mrncapai 32 orang.
Untuk Kabupaten Lombok Barat, terkonfirmasi positif sampai saat ini 278 orang, sembuh 162 orang, dan yang masih positif 97 orang, dan meninggal 21 orang. Dengan kasus Covid-19 masih cukup tinggi, menempatkan kedua wilayah masuk zona merah di NTB.
Reporter: Humas NTB
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7732 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan