Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Selain Corona, WHO Minta Seluruh Negara Waspadai Flu Babi G4
BERITABALI.COM, DUNIA.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta seluruh negara untuk menaruh kewaspadaan tinggi terhadap flu babi jenis baru kendati kekinian masih berjuang memerangi virus Corona.
[pilihan-redaksi]
Menyadur The Hindu, sebuah studi di China menemukan adanya virus flu babi baru bernama G4. Temuan itu diumumkan pada Selasa (30/6/2020).
Dalam studi tersebut, para ilmuan memeringati virus flu babi baru ini bisa saja menular ke manusia dan berpotensi jadi pandemi baru.
"Kami akan membaca makalah ini dengan seksama untuk memahami apa yang baru (dari ini)," kata juru bicara WHO, Christian Lindmeier dikutip dari The Hindu, Rabu (1/7/2020).
Lindmeier juga menyebut penting bagi lembaga terkait untuk kolaborasi dalam penemuan ini. Pengawasan terhadap populasi hewan juga harus dilakukan.
WHO, kata Lindmeier, turut menegaskan bahwa penemuan flu babi jenis baru ini jadi lecutan bahwa dunia harus sadar adanya potensi pandemi lain dari virus jenis influenza.
"Temuan ini juga menyoroti bahwa kita tak boleh menurunkan kewaspadaan terhadap influenza dan perlu waspada dan melanjutkan pengawasan bahkan saat adanya Covid-19," tandasnya.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2458 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun