Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
China Klaim Kerajinan Batik Lekat dengan Masyarakat Tiongkok
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lewat Twitter, Media China, Xinhuanet mengklaim kerajinan tradisional batik adalah milik Negeri Tiongkok, Minggu (12/7/2020). Postingan yang disertai video berdurasi 49 detik itu mengatakan bahwa batik adalah kerajinan yang lekat dengan masyarakat China.
[pilihan-redaksi]
"Batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di Cina," tulis Xinhuanet di Twitter, Minggu (12/7/2020) seperti dikutip dari Suara.com.
"Menggunakan lilin leleh dan alat seperti spatula, orang mewarnai kain dan memanaskannya untuk menghilangkan lilin. Lihatlah bagaimana kerajinan kuno berkembang di zaman modern."
Sejak diunggah pada pukul 12.22 WIB, cuitan itu telah ramai ditanggapi warganet. Tercatat hingga 14.09 WIB, telah ada 53 retweet dan 130 likes dalam postingan itu.
Beberapa diantaranya memertanyakan cuitan Xinhuanet itu. Ada juga yang menyebut postingan itu menggambarkan China yang ingin mencuri kreasi budaya negara lain.
"Huh? Batik is something synonymous with Malaysia/Indonesia," tulis @PhaniPrasad.
"Apabila mencuri dan menyerbu wilayah tidak cukup, sekarang mencuri budaya Indonesia milik mereka," cuit akun @cupakbaras.
Pada 2 Oktober 2009, batik secara resmi telah diakui oleh Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.
Menyadur dari laman resmi UNESCO, batik dimasukan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity).
UNESCO menyebut batik adalah kerajinan tradisional yang tak lepas dari kehidupan orang Indonesia, bahkan dari mulai kelahiran hingga kematian.
"Bayi digendong dengan kain batik yang dihiasi dengan simbol yang dirancang untuk membawa keberuntungan bagi anak, dan orang mati diselimuti pakaian, batik penguburan," tulis UNESCO.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5829 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan