Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Ampenan Jadi Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Mataram
BERITABALI.COM, NTB.
Kota Mataram menjadi daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk tingkat kecamatan, Ampenan mencatat rekor kasus tertinggi di Mataram.
[pilihan-redaksi]
Berdasarkan data yang dilansir Gugus Tugas Propinsi NTB, hingga 5 Juli 2020 Kecamatan Ampenan mencatatkan sebanyak 148 kasus Covid-19. Setelah Ampenan, Kecamatan Mataram berada di posisi kedua, dengan 110 kasus, Selaparang 108 kasus, Cakranegara 85 kasus, Sekarbela 77 kasus dan Sandubaya 68 kasus.
Sementara jika dilihat dari sebaran kasus per kelurahan di Kota Mataram, Kelurahan Rembiga di Kecamatan Selaparang menjadi daerah yang paling mengkhawatirkan, dengan 36 kasus. Jumlah ini menempatkan Rembiga sebagai Kelurahan dengan kasus terbanyak di Kota Mataram.
Setelah Rembiga, kelurahan lain yang juga mencatatkan jumlah kasus tertinggi adalah Pejeruk dengan 32 kasus, Cakranegara Barat 31 kasus, Ampenan Tengah dengan 26, serta Turida dan Mataram Barat masing-masing 20 kasus.
Hingga 5 Juli 2020 jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Kota Mataram telah mencapai 597 kasus. Dari angka tersebut, sebanyak 220 orang masih dalam perawatan alias belum sembuh. Sebanyak 341 orang (57,1 persen) telah sembuh dan sebanyak 36 (6,0 persen) orang meninggal dunia.
Berdasarkan laporan kasus 23 Maret sampai dengan 5 Juli 2020, angka Effective Reproduction Number (Rt) Covid-19 di Kota Mataram berada di angka 1,17. Rasio kasus per 100.000 penduduk mencapai 122,45. Laju penambahan kasus per tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2020 juga tercatat di angka 17,26 per 100.000 penduduk. Indikator-indikator ini membuat ibukota Propinsi NTB masih berstatus sebagai zona merah Covid-19.
Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr Hamzu Kadriyan M Kes THT menilai, perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup mengkhawatirkan.
Dr Kamzu Kadriyan mengatakan, untuk mengendalikan penambahan jumlah kasus Covid-19 ini, tidak hanya pemerintah saja yang harus bertanggungjawab. Masyarakat juga bertanggungjawab terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Karena penularan virus ini dari orang ke orang melalui droplet.
"Untuk mengendalikan pandemi ini tidak ada pilihan selain harus menjalankan protokol kesehatan," ujar Hamzu, Senin (13/7).
Berdasarkan hasil modelling yang pernah dibuat pihaknya bersama tim di Fakultas Kedokteran Unram beberapa waktu lalu, di akhir Juli ini di Propinsi NTB akan ada dua ribuan kasus Covid-19.
"Kita pernah melakukan beberapa kali modelling dan modelling itu sifatnya dinamis. Jika kita lakukan pemodelan sekarang, mungkin akan naik lagi atau mundur lagi puncaknya," jelas Hamzu.
Reporter: Humas NTB
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7807 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan