Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Banjar Abasan Gianyar Sulap Sungai Jadi Tempat Rekreasi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat pekerja yang dirumahkan berdiam diri. Justru istirahat panjang ini, dimanfaatkan untuk berbenah.
Mulai dari berkebun di rumah hingga menata kawasan sekitar. Terutama menyulap semak belukar jadi tempat rekreasi. Ada pula yang aktif membersihkan sampah plastik yang menyumbat aliran sungai.
Alhasil, sungai yang bersih dengan pemandangan asri, kini menjadi daya tarik rekreasi. Seperti yang dilakukan di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini. Aliran sungai Taman Beji Merak sepanjang 1,5 kilometer disulap jadi arena rekreasi. Kawasan sungai dibersihkan, ditanami ratusan pohon, dan dilengkapi rakit bambu.
Aksi penanaman 200 pohon tabebuya dan 200 tanaman upakara dilakukan, Minggu (18/10) pagi. Penghijauan ini melibatkan generasi muda dari Sekaa Teruna Banjar Abasan, relawan cilik dari Trash Warrior.
Koordinator pelestarian sungai Beji Merak, Banjar Abasan, I Made Wisnawa menjelaskan, kawasan beji ke depan akan dijadikan ruang terbuka hijau untuk anak-anak bermain. Sebab tak dapat dipungkiri, di era moderen saat ini ruang bermain anak di luar rumah semakin terbatas.

"Awalnya, sejak 2 bulan lalu kami para relawan melakukan aksi pembersihan seluruh telajakan sungai. Agar terlihat lebih asri dan bersih," jelasnya.
Setelah bersih, ratusan bibit pohon ini didapat dari sumbangan warga setempat dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
"Setelah ini, kami ada rencana menanam Pohon Bunga Merak Bali di sepanjang sungai, agar pas dengan nama Beji Merak," jelasnya.
Aksi pelestarian lingkungan ini, gencar dilakukan Made Wisnawa beserta relawan lain untuk mengisi waktu selama pandemi Covid-19.
"Aktivitas ini kami lakukan dari 2 bulan ini untuk mengisi waktu luang karena covid 19. Untuk saat ini anak-anak akan kami koordinasikan setiap hari Minggu. Untuk hari biasa kita relawan saja yang turun, karena masih banyak yang perlu kita tata," jelasnya yang puluhan tahun berkecimpung di dunia pariwisata ini.
Bersamaan dengan pelestarian lingkungan, Made Wisnawa dkk juga berencana memanfaatkan lahan milik desa untuk arena bermain anak-anak.
"Bentuknya seperti lapangan kecil, anak-anak bisa bermain sepakbola, permainan tradisional. Yang jelas bisa bermain seperti anak-anak jaman dulu, sebelum dipengaruhi gadget," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5927 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan