Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cegah Klaster Wisata, Obyek Wisata di Tabanan Diminta Perketat Prokes
BERITABALI.COM, TABANAN.
Libur panjang pada akhir minggu ini, Dinas Pariwisata Tabanan memperkirakan banyak pengunjung dari Jawa menuju Bali memenuhi obyek wisata yang ada.
Untuk mencegah obyek wisata menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Tabanan telah meminta seluruh obyek wisata memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada ketika dikonfirmasi mengaku telah mengantisipasi libur panjang minggu ini. Ia memperkirakan, obyek wisata di Tabanan seperti Tanah Lot, Ulun Danu beratan, kebun raya, Jatiluwih serta obyek wisata lainnya akan dipadati pengunjung.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi seluruh pengelola obyek wisata di Tabanan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehtan bagi pengunjung yang datang.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada terkait antisipasi libur panjang ini," ungkap Sukanada, Minggu (25/10).
Dikatakan, sejak merebaknya kasus Covid-19, pemerintah telah meminta seluruh pengelola obyek wisata menyiapkan sarana prasaran protokol kesehtan seperti memperbanyak tempat mencuci tangan, menyiapkan thermogun di pintu masuk, menyiapkan hand sanitizer serta petugas menggunakan masker maupun face shield.
Petugas juga mewajibkan seluruh pengunjung menggunakan masker setiap mau masuk obyek wisata dan dicek suhu.
"Seluruh obyek wisata telah menyiapkan sarana dan prasarana Prokes termasuk SOP-nya," tandas Mantan Camat Kerambitan ini.
Bahkan obyek wisata utama yang ada di Tabanan juga telah mendapat sertifikat tatanan kehidupan era baru dengan penerapan protkol kesehatan yang ketat. Selain menyiapkan sarana dan prasarana Prokes Covid-19, pengelola juga wajib mendatantangani pakta integritas akan menerapkan prokes Covid 19 dengan ketat.
"Kami tidak ingin obyek wisata menjadi klaster penyebaran Covid dan kami terus melakukan pengawasan maupun evaluasi," ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan