Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Cegah Klaster Wisata, Obyek Wisata di Tabanan Diminta Perketat Prokes
BERITABALI.COM, TABANAN.
Libur panjang pada akhir minggu ini, Dinas Pariwisata Tabanan memperkirakan banyak pengunjung dari Jawa menuju Bali memenuhi obyek wisata yang ada.
Untuk mencegah obyek wisata menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Tabanan telah meminta seluruh obyek wisata memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada ketika dikonfirmasi mengaku telah mengantisipasi libur panjang minggu ini. Ia memperkirakan, obyek wisata di Tabanan seperti Tanah Lot, Ulun Danu beratan, kebun raya, Jatiluwih serta obyek wisata lainnya akan dipadati pengunjung.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi seluruh pengelola obyek wisata di Tabanan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehtan bagi pengunjung yang datang.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada terkait antisipasi libur panjang ini," ungkap Sukanada, Minggu (25/10).
Dikatakan, sejak merebaknya kasus Covid-19, pemerintah telah meminta seluruh pengelola obyek wisata menyiapkan sarana prasaran protokol kesehtan seperti memperbanyak tempat mencuci tangan, menyiapkan thermogun di pintu masuk, menyiapkan hand sanitizer serta petugas menggunakan masker maupun face shield.
Petugas juga mewajibkan seluruh pengunjung menggunakan masker setiap mau masuk obyek wisata dan dicek suhu.
"Seluruh obyek wisata telah menyiapkan sarana dan prasarana Prokes termasuk SOP-nya," tandas Mantan Camat Kerambitan ini.
Bahkan obyek wisata utama yang ada di Tabanan juga telah mendapat sertifikat tatanan kehidupan era baru dengan penerapan protkol kesehatan yang ketat. Selain menyiapkan sarana dan prasarana Prokes Covid-19, pengelola juga wajib mendatantangani pakta integritas akan menerapkan prokes Covid 19 dengan ketat.
"Kami tidak ingin obyek wisata menjadi klaster penyebaran Covid dan kami terus melakukan pengawasan maupun evaluasi," ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman