Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pilkada Saat Pandemi, Politik Uang Berpotensi Tinggi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka menjelaskan, terkait pelaksaan Pilkada di masa pandemi memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan perhelatan politik lainnya. Protokol kesehatan menjadi prioritas pengawasan Bawaslu.
Namun demikian Bawaslu tidak sepenuhnya bisa melakukan seluruh pengawasan karena keterbatasan personil.
“Perlu peran aktif masyarakat, stakeholder, tokoh agama dalam pengawasan partisipatif, karena potensi pelanggaran Pilkada di masa pandemi berbeda,” katanya.
Dikatakan, saat Pilkada inilah potensi politik uang (money politic) sangat tinggi karena kebijakan pemerintah memberikan bansos pada masyarakat yang kena imbas Covid-19. Ketika ada oknum yang maju sebagai Paslon dan petahana menggunakan kewenangan yang dimiliki.
“Ini yang dikhawatirkan, potensi money politic saat ini cukup tinggi. Karena sangat mungkin pemberian bansos dipolitisir dengan ditempel narasi pada salah satu calon,” ungkapnya, Kamis (5/11) di Tabanan.
Namun untuk pengawasan kata Mantan Panwaslu tabanan ini, sulit untuk membuktikan apalagi sifatnya parsial dan masih bersifat dugaan. Meski hanya dugaan sementara tetapi ini bisa merubah kualitas demokrasi.
“Oleh karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi dan mengedukasi tim Paslon jangan sampai mengarah pada money politik. Inilah tantangan berat bagi kita,” tandasnya.
Selain itu, yang menjadi konsentrasi pengawasan saat ini adalah digitalisasi seperti media sosial. Sangat dimungkinkan di media sosial muncul. Konten penyebaran hoax (berita bohong), 'black campagne' (Kampanye hitam) maupun 'hate speech' (ujaran kebencian).
“Tanpa peran serta masyarakat, untuk mengawasi atau mencegah peristiwa yang mengarah pada hal hal itu, apa jadinya demokrasi kita. Harus maksimalkan peran serta masyarakat untuk mencegah peristiwa yang menyebabkan demokrasi tidak baik,” harapnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun