Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pilkada Saat Pandemi, Politik Uang Berpotensi Tinggi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka menjelaskan, terkait pelaksaan Pilkada di masa pandemi memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan perhelatan politik lainnya. Protokol kesehatan menjadi prioritas pengawasan Bawaslu.
Namun demikian Bawaslu tidak sepenuhnya bisa melakukan seluruh pengawasan karena keterbatasan personil.
“Perlu peran aktif masyarakat, stakeholder, tokoh agama dalam pengawasan partisipatif, karena potensi pelanggaran Pilkada di masa pandemi berbeda,” katanya.
Dikatakan, saat Pilkada inilah potensi politik uang (money politic) sangat tinggi karena kebijakan pemerintah memberikan bansos pada masyarakat yang kena imbas Covid-19. Ketika ada oknum yang maju sebagai Paslon dan petahana menggunakan kewenangan yang dimiliki.
“Ini yang dikhawatirkan, potensi money politic saat ini cukup tinggi. Karena sangat mungkin pemberian bansos dipolitisir dengan ditempel narasi pada salah satu calon,” ungkapnya, Kamis (5/11) di Tabanan.
Namun untuk pengawasan kata Mantan Panwaslu tabanan ini, sulit untuk membuktikan apalagi sifatnya parsial dan masih bersifat dugaan. Meski hanya dugaan sementara tetapi ini bisa merubah kualitas demokrasi.
“Oleh karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi dan mengedukasi tim Paslon jangan sampai mengarah pada money politik. Inilah tantangan berat bagi kita,” tandasnya.
Selain itu, yang menjadi konsentrasi pengawasan saat ini adalah digitalisasi seperti media sosial. Sangat dimungkinkan di media sosial muncul. Konten penyebaran hoax (berita bohong), 'black campagne' (Kampanye hitam) maupun 'hate speech' (ujaran kebencian).
“Tanpa peran serta masyarakat, untuk mengawasi atau mencegah peristiwa yang mengarah pada hal hal itu, apa jadinya demokrasi kita. Harus maksimalkan peran serta masyarakat untuk mencegah peristiwa yang menyebabkan demokrasi tidak baik,” harapnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan