Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Hotel Didorong Manfaatkan Dana Hibah untuk Optimalisasi Penerapan Prokes
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Manajemen hotel di Bali didorong untuk memanfaatkan dana hibah pariwisata dari pemerintah untuk optimalisasi penerapan protokol kesehatan (prokes).
Optimalisasi prokes menjadi penting dalam upaya meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan. Anggota Tim Verifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) Provinsi Bali, I Nyoman Sudirga Yusa mengungkapkan dana hibah pariwisata yang besarannya 10 persen dari nilai potensi pajak yang dibayarkan selama 2019 harus mampu digunakan dengan baik oleh hotel.
Kendati harus diakui dana tersebut nilainya kecil dan untuk pembiayaan penerapan prokes juga masih kurang.
“Bisa saja kurang, karena saat ini dengan pengadaan masker dan alat kesehatan, termasuk pembelian disenfektan dan peralatan lain, saya kira masih sangat minim sekali. Belum untuk menanggung biaya operasional yang umum seperti, pembayaran gaji, kemudian pembayaran listrik, biaya perawatan memang tidak bisa dihindari,“ kata Sudirga saat dikonfirmasi di Gianyar pada Sabtu (7/11).
Menurut pria yang juga merupakan Direktur Lembaga Operator Manajemen Hotel Pramana Experience, dalam implementasinya memang harus diakui terdapat beberapa hotel di Bali yang telah menerapkan prokes secara digital atau tanpa sistem sentuh. Walaupun pemerintah hanya memberikan batasan pelaksanaan secara manual.
“Bagi yang memiliki finansial yang lebih bagus mereka akan melengkapi dengan peralatan digital less human touch,” ujar pria asal Desa Besan, Klungkung tersebut.
Pada sisi lain, Sudirga meminta pemerintah melakukan revisi terhadap ketentuan syarat bagi hotel yang dapat menerima dana hibah. Terutama pada ketentuan kriteria hotel yang masih beroperasional, padahal dalam realitannya di lapangan hotel sudah merumahkan karyawannya.
“Kita lihat, tidak semua hotel kondisi re-opening atau dibuka kembali. Catatannya membuka ini memerlukan energi atau pendanaan yang tidak kecil dengan penerapan CHSE dan tambahan biaya. Ini akan memberat bagi setiap usaha hotel dan restoran,” jelas Sudirga.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6032 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4701 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2669 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2360 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2249 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan