Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pendakian ke Gunung Agung Marak, BPBD Pasang Papan Imbauan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
BPBD Karangasem memasang papan imbauan tentang larangan pendakian melewati radius dua kilometer zona rawan bencana erupsi Gunung Agung pada Rabu (11/11/2020).
Papan imbauan tersebut dipasang di areal jaba Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dengan tulisan mengunakan 6 bahasa diantaranya bahasa Inggris, Indonesia, Jerma, Rusia, Jepang dan bahasa Prancis.
"Kita pasang papan imbauan ini di areal jalur pendakian Pura Pasar Agung, kenapa kita pasang disini karena agar para pendaki bisa tahu dan membaca himbauan ini sebelum terlanjur mendaki," kata Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa.
Lebih lanjut, untuk tulisan imbauan sendiri dibuat dengan mengunakan enam bahasa hal ini bertujuan agar wisatawan dari manapun yang hendak mendaki bisa memahami dan mengetahui isi dari imbauan larangan untuk mendaki ke zona rawan bencana tersebut.
Arimbawa sendiri mengamini bahwa belakangan ini aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung kembali marak, baik melalui jalur Pura Pasar Agung maupun jalur-lainnya. Bahkan di sela - sela pemasangan papan imbauan ia juga mendapati sejumlah pendaki yang baru saja turun dari puncak Gunung Agung.
"Tadi juga saya dapati ada beberapa anak muda yang baru turun dari puncak Gunung Agung, saya langsung berikan teguran kalau saat ini masih dilarang untuk memasuki radius 2 kilometer dari Puncak Kawah Gunung Agung," terang Arimbawa.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan