Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Saka Kencana Diharapkan Menjadi Agen dan Duta Perubahan Perilaku 3M
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali, I Made Rentin yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali mengimbau kepada seluruh anggota Saka Kencana untuk ikut menjadi agen dan duta perubahan Perilaku gerakan 3M (Menggunakan masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan).
“Melalui kesempatan ini saya harapkan semua unsur pramuka dan BKKBN ikut menjadi duta perubahan perilaku dalam memberikan sosialisasi dan edukasi 3M kepada masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan dan menuntaskan kasus Covid-19, sehingga kondisi Bali bisa normal kembali,” ungkapnya saat melantik Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Kencana Provinsi Bali periode 2020-2024 di Alam Tirta Outbond, Badung pada Sabtu (19/12) kemarin.
Kegiatan ini dipadukan dengan Jambore Generasi Berencana (GenRe) ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali beserta jajarannya, pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Bali, OPD-KB dan anggota Forum GenRe dari kabupaten/kota se-Bali.
Dalam arahannya Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali, I Made Rentin menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan Saka Kencana ini yang selama ini dirasa sudah mati suri.
“Pelantikan pengurus ini merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan bagi kami di Pramuka. Hal ini membawa angin segar bagi gerakan Pramuka di Bali, karena sebelumnya Saka Kencana ini bisa dibilang hidup segan, mati ta mau,” ujarnya.
Lebih lanjut, I Made Rentin mengatakan Pramuka hadir dengan tanggung jawab yang sangat mulai yaitu sebagai pembentuk karakter kaum muda untuk menjadi generasi penerus bangsa.
"Gerakan Pramuka dalam melaksanakan fungsinya sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda Indonesia mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab dan berkarakter," kata I Made Rentin.
Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang baru dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing (Kamabi) Saka Kencana, Drs. Agus P. Proklamasi menyebutkan dibentuknya Saka Keluarga Berencana adalah memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minatnya.
"Di dalam Saka Kencana ini juga para Pramuka Penegak dan Pandega dapat mengembangkan bakat, kemampuan, dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan bidang Pembangunan Keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) yang dapat menjadi bekal kehidupan untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara," katanya.
Saat ini BKKBN sangat konsen dan fokus pada pembinaan ketahanan remaja karena remaja merupakan aset masa depan bangsa, salah satunya melalui Saka Kencana Pramuka. Menurutnya, remaja saat ini dihadapkan pada ancaman dan bahaya besar di depan mata.
Pergaulan bebas saat ini beresiko terhadap munculnya perilaku dan tindakan yang jauh dari norma, seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba hingga pernikahan dini.
“BKKBN hadir melalui Forum GenRe untuk menyiapkan generasi unggul melalui perencanaan kehidupan berkeluarga. Ditambah dengan terbentuknya Saka Kencana ini, promosi terhadap Program Bangga Kencana khususnya progran GenRe dapat tersosialisasi dengan lebih luas lagi,” ujarnya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2267 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1927 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun