Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Inggris "Lockdown" Akibat Mutasi Virus Corona di Luar Kendali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menyusul ditemukannya varian baru dari mutasi virus corona yang disebut di luar kendali, Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown atau penguncian wilayah secara ketat selama Natal tahun ini
Dikutip dari cnnindonesia.com, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, ketentuan itu diputuskan pada Minggu (20/12).
"Kami bertindak sangat cepat dan tegas. Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kami harus mengendalikannya," tutur Hancock kepada Sky News seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya penasihat kesehatan Pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus penyebab Covid-19 yang menyebar di negara itu memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi.
Simpulan itu berdasarkan data permodelan awal dan tingkat insiden yang melonjak drastis di selatan Inggris. Alhasil, kondisi itu berujung pada pembicaraan darurat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersama anggota kabinetnya pada Sabtu (19/12).
"Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia dan terus menganalisis data yang tersedia untuk meningkatkan pemahaman kami," tutur Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty melalui sebuah pernyataan dikutip dari Associated Press.
Meski begitu menurut Whitty, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan varian mutasi baru virus corona tersebut lebih mematikan ataupun dapat mempengaruhi vaksin dan perawatan.
Menyusul temuan tersebut, Belanda melarang seluruh penerbangan penumpang dari Inggris. Larangan diberlakukan sejak Minggu pukul 6 pagi waktu setempat hingga 1 Januari 2021.
"Mutasi infeksi virus Covid-19 beredar di Inggris. Dikatakan menyebar lebih mudah dan lebih cepat serta lebih sulit dideteksi," kata kementerian kesehatan Belanda dalam pernyataan resmi dikutip dari AFP.
Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan data awal menunjukkan virus yang beredar di London dan tenggara Inggris tersebut hingga 70 persen lebih mudah menular.
Varian baru virus corona pertama kali diumumkan Menteri kesehatan Inggris awal pekan ini. Saat itu, ia menyebut mutasi baru ini diyakini terkait dengan lonjakan cepat kasus Covid-19 di Inggris selatan dan tenggara.
Badan kesehatan publik negara itu telah mengidentifikasi melalui penelitian genom.
Meski begitu kini tingkat kasus Covid-19 tertinggi di Inggris ada di London. Sementara, sebagian besar wilayah Inggris selatan berada pada peringatan tertinggi (tingkat tiga) pembatasan virus corona.
Adapun wilayah yang tergolong pada peringatan tingkat tiga harus mematuhi ketentuan; dilarang bersosialisasi di dalam ruangan. Restoran dan pub boleh buka dan hanya melayani layanan untuk dibawa pulang, sementara toko tetap boleh buka.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1978 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun