Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Sejumlah Tim Besar Esport di Bali Berebut Juara di Turnamen PUBG
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kompetisi esport di Bali kembali bergeliat, kali ini bahkan banyak tim-tim besar dengan tradisi juara ikut turun gunung dalam kompetisi PUBG Mobile Offline Tournamen yang digelar di Hotel Santika Seminyak pekan lalu.
Acara bertajuk Formup x Shiva Esport ini didukung oleh LAzone Bali yang selama ini juga banyak melahirkan pemain esport handal bertaraf nasional.
Koordinator LAzone Bali Fendy mengatakan hampir 50 persen peserta dari turnamen ini adalah tim besar, bahkan juara 1,2, dan 3 dalam turnamen ini sebelumnya selalu mendominasi kejuaraan di Bali.
Dalam turnamen ini ada 44 tim, Juara 1 kata dia diraih oleh Notes Weha, Juara 2 = 24k, Juara 3 = KTx Legend.
.jpeg)
"Total hadiah yang direbutkan oleh peserta ini sebesar Rp 5 juta. Selain hadiah besar, kompetisi offline ini juga sebagai pemanasan tim-tim esport Bali yang selama ini cukup lama terhenti kegiatan bertandingnya karena pandemi COVID-19," kata Fendy pada Kamis (24/12).
Pihaknya berharap Pandemi COVID-19 cepat berlalu, sehingga event offline esport dapat berjalan. Aura turnamen, serta semarak permainan kata dia akan lebih hidup saat pemain bertemu dengan para rival dibanding turnamen yang bersifat online.
"Mudah-mudahan tahun depan banyak turnamen yang bisa kami gelar, kami juga berharap esport di Bali lebih berkembang bersama LAzone," ungkap Fendy.
Pada Februari-Maret 2020 lalu, LAzone Bali juga menggelar banyak turnamen yang diikuti ratusan peserta. LAzone juga menelurkan sejumlah komunitas esport seperti Bali Mobile LAgends Community yang mewadahi para pemain esport Mobile Legend. Kemudian juga pemain esport khusus perempuan.
LAzone juga menelurkan komunitas besar bernama Kill The LAst. Komunitas ini juga sudah menyebar di banyak tempat, seperti Kill The LAst Surabaya yang beberapa waktu lalu juga menggelar turnamen yang diikuti 600 lebih peserta.
Kill The LAst juga direncanakan bakal dibangun di setiap kota-kota besar di Indonesia, khususnya Indonesia Timur.
"Kill The LAst Bali juga bukan soal bagaimana cara meningkatkan kualitas permainan dan memenangkan pertandingan, namun mereka juga peduli dalam kegiatan sosial. Saat pandemi kami menggelar laga amal yang hasilnya kami sumbangkan untuk pekerja yang terdampak corona di Bali," ungkapnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2314 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan