Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Status Waspada, Aktivitas Pendakian di Gunung Agung Kembali Marak
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas pendakian di Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem belakangan ini kembali marak.
Beberapa waktu lalu, sempat beredar foto seorang pendaki yang terekam kamera CCTV pemantauan di kawasan puncak Gunung tertinggi di Pulau Bali tersebut.
Tentu saja, apabila aktivitas pendakian semakin marak akan sangat berbahaya mengingat saat ini status Gunung Agung masih berada pada level II waspada dengan radius perkiraan zona bahaya sejauh 2 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.
Bahkan, PVMBG sendiri hampir setiap hari melalui rilisnya menegaskan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya.
"Kami dari Pos pengamatan sudah ada rekomendasi resmi, selain itu ada rambu larangan juga yang sudah ada dari BPBD karangasem," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Dewa Mertayasa menyikapi terkait aktivitas pendakian ke Puncak Gunung Agung.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Ketut Arimbawa dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan terus berkoordinasi dengan Pos Pemantau.
Pihaknya juga sudah berupaya baik dengan memberikan himbauan serta memasang papan larangan mendaki di sejumlah titik.
Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena BPBD sifatnya hanya meneruskan dan melakukan antisipasi.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan