Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Niat Mencuri Tapi Kepergok, Begini Kronologi Pembunuhan Karyawati Bank
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kronologis kematian Ni Putu Widiastiti (24) di kamar rumahnya di Jalan Kertanegara Gang Widuri nomor 40 Denpasar Utara akhirnya terjawab.
Tersangka PAAP (14) mengaku berencana akan mencuri di kamar korban. Namun karena aksinya dipergoki sehingga nekat menghabisi nyawa karyawati Bank Mandiri Kuta itu.
Dalam jumpa pers, Kamis (31/12/2020), Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, tersangka memang awalnya hanya ingin mencuri. Kemudian pada Sabtu (26/12/2020) sekira pukul 12.00 WITA, ia melintas di TKP dan melihat korban sendirian di rumah.
Tersangka yang kos persis di belakang rumah korban berinisiatif mencuri di rumah tersebut.
"Dia melihat korban sedang sendirian sehingga semakin menguatkan niatnya ingin mencuri," kata Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Dewa Gede Anom Danujaya, Kamis (31/12/2020).
Keesokan harinya sekitar pukul 16.00 WITA, remaja berusia 14 tahun itu diam-diam mengambil pisau dapur milik ibu tirinya. Ia lalu berjalan kaki menuju rumah korban yang berjarak 25 meter dari kosnya.
Setelah mengamati situasi sepi, ia melihat korban beranjak dari kamar bawah menuju lantai dua. Tersangka kemudian langsung masuk dan sembunyi di balik pintu kamar lantai satu.
"Dia bersembunyi di balik pintu," ujar Kombes Jansen.
Sekitar 25 menit kemudian, tersangka naik dan melihat korban sedang main HP depan kamar. Namun begitu membalikkan badan, almarhum kaget melihat pria tak dikenal berdiri di hadapannya. Akibatnya korban berteriak maling.
"Korban berteriak tiga kali maling dan pelaku mendorongnya sampai jatuh di kasur hingga terjadi pergumulan," terang perwira melati tiga dipundak itu.
Tragis dalam kondisi terluka, korban melawan. Ia berhasil merebut pisau dan balik menusuk ke lengan kiri dan telapak tangan remaja yang bekerja sebagai buruh bangunan itu. Dalam kondisi terluka, tersangka berusaha merebut pisau dari korban.
"Pelaku juga mengalami luka dan kembali merebut pisau dari tangan korban dan kembali melakukan penganiayaan hingga korban meninggal," ungkapnya.
Usai korban tewas bersimbah darah, pelaku mengambil jaket korban dipakai membalut lukanya. Selanjutnya tersangka mengambil motor Scoppy DK 3114 KAR milik korban dan langsung kabur ke Singaraja. Ia akhirnya ditangkap di Penimbangan Singaraja, Kamis (31/12/2020) sekira pukul 00.40 WITA.
"Dia kami tangkap di Pelabuhan Penimbangan Singaraja saat membawa motor korban," tutur Kombes Jansen.
Sementara itu, terlihat kata penyesalan dari tersangka PAAP (14) setelah membunuh korban. Raut wajah remaja asal Banyuning, Buleleng itu terlihat tenang dan sesekali menundukkan kepala ketika diperlihatkan ke awak media di lobby Polresta Denpasar, Kamis (31/12/2020).
Dengan ucapan lirih dia mengaku menyesal. "Ya pak saya menyesal pak, saya terpaksa melakukannya," ujar pelaku dengan kondisi memakai masker dan tangan diborgol.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2564 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun