Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pesan Terakhir Pramugari Mia Asal Denpasar Sebelum Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sriwijaya Air JC-128 hilang kontak hingga, Sabtu (9/1/2021) dan diperkirakan berada di perairan Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Setidaknya 50 orang penumpang berada di dalam pesawat tersebut dan masih belum diketahui jelas keberadaanya.
Cerita lain pun bergulir. Salah seorang Pramugari Sriwijaya Air JC-128 bernama Mia Zet Wadu ternyata tinggal di Jalan Kerta Gangga Denpasar bernama Mia Zet Wadu.
Hal itu disampaikan Paman dari Mia, Jhonny Lay, Minggu (10/1/2021). Kepada awak media, Jhonny Lay mengatakan bahwa Pramugari Mia merupakan seorang jemaat di sebuah gereja di Denpasar.
"Ya, Pramugari Mia adalah keponakan saya yang ikut di Pesawat Sriwijaya Air. Pesawatnya dilaporkan hilang kontak kemarin," ungkapnya.
Menurutnya, Pramugari Mia berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ia bagian dari keluarga besar Flobamora Kolorai Hawu di Bali. Dijelaskan Jhonny Lay, beberapa hari belakangan, pihak keluarga mengaku tidak punya firasat sebelum kecelakaan menimpa pesawat Sriwijaya Air.
Namun dalam komunikasi terakhir dengan orang tua Mia, Pramugari cantik itu sempat pamitan bekerja. " Mama, bapak saya tugas dulu" ucap Jhonny Lay menirukan ucapan Mia ke keluarganya.
Menurut Jhonny Lay, ucapan Mia tidak biasanya seperti itu. Biasanya dia mengatakan "Ma, Pa saya mau terbang atau mau Take Off, kemudian nanti setelah sampai dia bilang saya sudah landing. Jadi kemarin dia hanya bilang mau tugas dulu," kenang Jhonny.
Diungkapkannya, pihak keluarga Mia mengaku sudah berkumpul setelah mendapat informasi dari maskapai Sriwijaya dan sudah mempersiapkan administrasi yang diperlukan. Sedianya hingga Sabtu malam pihak keluarga sudah berkumpul di rumah orang tuanya.
"Nanti sore jam 17.00 juga ada doa untuk mia," ungkap Jhonny.
Jhonny mengaku mengenal Mia sebagai anak yang santun, baik dan dekat dengan orangtuanya. Bahkan, dia sempat mengatakan bila ada waktu untuk berkumpul, pasti akan datang.
"Dia anak yang santun, dekat dengan keluarga, teman-temannya di Gerakan Pemuda Maranatha Denpasar, karena sebelum jadi Pramugari dia disana," tuturnya lagi.
Ditambahkan Jhonny Lay, Mia adalah anak kedua, dari dua bersaudara, Jhonny menjelaskan Mia lahir dan tumbuh hingga besar di Kota Denpasar.
Sementara sekitar dua minggu lalu, terang Jhonny Lay, Mia sempat meminta ke orang tuanya agar rumahnya dibersihkan karena dia bersama teman-temannya berencana untuk berlibur ke rumahnya. Tak lama, orang tuanya kemudian merehab toilet dan membersihkan kamar Mia.
"Ya, sesuai permintaan dia agar rumah dibersihkan, karena Natal kemarin dia tidak bisa pulang, jadi dia pulang mau libur sama teman-temannya," pungkasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan