Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Waktu Terbaik Dampingi Anak Remaja Belajar Menurut Sophia Latjuba
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebagai ibu dua anak, salah satu di antaranya masih berusia remaja, Sophia Latjuba mengaku memiliki waktu khusus untuk dampingi anak remajanya belajar, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.
Alih-alih menemani anaknya belajar di siang hari, Sophia lebih memilih meluangkan waktu di malam hari untuk mendampingi putri bungsunya, Manuella Aziza, belajar.
Bukan tanpa alasan, menurut Sophia, waktu malam adalah waktu terbaik anak remaja seperti Manuella untuk menerima pembelajaran.
Mengingat Sophia acap kali mendengar putrinya yang berusia 15 tahun itu asik mengoperasikan komputer dan mengetik tugasnya di malam hari.
"Aku tahu anak-anak saya karena teenager (remaja), mereka malem lagi ngeklik, memang hormonnya seperti itu. Jadi saya lebih interaktif sama dia itu di atas jam 8 malam. Itu otaknya sangat teenager itu sangat available di malam hari," ujar Sophia dalam diskusi bersama UNICEF Indonesia, Jumat (16/1/2021).
Di atas jam 8 malam itulah, ibu dari Eva Celia ini kerap menanyakan tugas, menanyakan hambatan Manuella saat belajar, dan apakah ia membutuhkan bantuan.
Sophia juga menambahkan bahwa anak remaja seperti Manuella tidak terlalu harus dikekang, karena ia sudah bisa melakukan tugas sekolahnya sendiri, meskipun tetap harus dalam pemantauan orangtua.
"Anak saya umur 15 tahun, dia sudah bisa jalan sendiri," pungkas Sophia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan