Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Tinggi Kolom Capai 50 Meter
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Senin (18/1/2021). Berdasarkan pantauan dari BPPTKG Yogyakarta, tercatat awan panas meluncur pukul 05.43 WIB.
Dari catatan seismogram awan panas meluncur dengan amplitudo 22 mm dan durasi 112 detik. Sementara jarak luncurnya kurang lebih 1000 meter ke arah barat Daya atau Kali Krasak.
"Teramati tinggi kolom 50 meter di atas puncak. Angin bertiup ke tenggara," jelas Kepala BPPTKG, hanik Humaida dikutip dari Suara.com.
Selain melaporkan adanya awan panas, guguran lava pijar juga teramati dari Gunung Merapi.
"Dari pengamatan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB juga terjadi guguran lava pijar sebanyak 6 kali jarak luncur maksimum 600 meter ke barat daya," terangnya.
Untuk kegempaan Gunung merapi pada periode pengamatan tersebut total ada 32 kali gempa guguran 3 kali hembusan 2 kali fase banyak dan 2 kali vulkanik dangkal.
Hingga kini, BPPTKG masih menetapkan status Merapi di tingkat Siaga (level III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai boyong, bedog, krasak, bebeng hingga kali putih sejauh maksimal 5 km.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun