Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
PPKM Hanya Kamuflase, Ketua DPRD Gianyar Ingin Bali "Lockdown" 14 Hari
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta menginginkan Bali Lockdown selama 2 minggu. Hal ini menyusul adanya peningkatan perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 dari hari ke hari.
Selain itu, pimpinan dewan asal Kecamatan Tampaksiring ini juga meragukan efektifitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Menurut Politisi PDIP asal Mancawarna Tampaksiring ini, yang terjadi di lapangan hanyalah kamuflase. Bahwa kerumunan masih tetap terjadi mulai dari aktivitas pasar, pasar malam, hingga acara adat keagamaan. Bahkan Tagel menyaksikan sendiri bahwa acara adat tetap digelar seperti sebelum pandemi, dengan catatan krama tidak diizinkan mengunggah ke media sosial.
Tagel Winarta prihatin melihat kondisi ini. "Imbauan hanya berlaku setengah-setengah. Di lapangan semua kamuflase. Tidak ditegakkan dengan tegas. Masih pilih kasih, setengah setengah. Piodalan masih berkerumun, Pasar rame, sengol rame. Artinya surat edaran itu untuk apa?," ungkapnya.
Maka itu, pimpinan dewan asal Kecamatan Tampaksiring ini ingin agar Bali Lockdown selama 2 minggu. "Sekalian saja lockdown selama 2 minggu (14 hari)," ungkapnya saat ditemui Senin (25/1). Tagel Winarta melihat momentum Hari Suci Nyepi Caka 1943, Minggu (14 Maret 2021) paling tepat untuk mengawali lockdown.
"Dengan catatan, selama 14 hari itu kebutuhan masyarakat terutama pangan dijamin oleh pemerintah. Minimal sembako," ujarnya.
Tagel Winarta ngotot agar Bali Lockdown mengingat pandemi sudah berlangsung setahun lebih. Perekonomian masyarakat yang bertumpu pada sektor pariwisata terdampak. "Setelah Lockdown kita lihat trennya, apa masih naik atau mau turun. Kalau masih juga naik, saya jadi meragukan keabsahan hasil uji swab," ungkapnya.
Prediksi Tagel, pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster bahwa rumah sakit mengcovidkan pasien bisa jadi benar adanya. "Sebab saya perhatikan, apapun penyakitnya pasti dicovidkan. Sakit kepala uji swab covid, anehnya orang kecelakaan patah tulang juga covid. Tambah aneh lagi, orang mati dibunuh juga covid. Kalau sudah dites pasti covid, kalau terus gini kapan kasusnya turun?. Hasil uji dari alat ini perlu dipertanyakan keabsahannya. Seolah terus sengaja naik ini," ujarnya heran.
Selain itu, Tagel Winarta juga mengkritisi soal aturan wajib uji swab bagi wisatawan yang masuk Bali. Hal ini menurutnya sama dengan menutup keran pendapatan bagi kalangan pariwisata di Bali. Sebab wisatawan merasa terbebani dengan biaya uji swab yang tidak murah.
"Orang punya duit untuk liburan. Tapi menjadi berat ketika harus uji swab. Ya kalau sendiri, kalau liburan sekeluarga keluar duit lumayan kan?. Dan kenapa hanya diberlakukan untuk Bali? Daerah tujuan wisata lain, longgar kok," ujarnya.
Maka itu, Tagel berharap pemerintah pusat menggratiskan biaya uji swab bagi wisatawan yang mau berkunjung ke Bali. "Ini akan sangat membantu hotel, restoran dan objek wisata di Bali. Apalagi saat ini sudah banyak akomodasi maupun objek yang lolos CHSE, menerapkan protokol kesehatan," terangnya.
Swab gratis ini, kata Tagel merupakan jeritan kalangan pariwisata yang mangadu atau mesadu ke gedung dewan. "Rencana mereka bisa mengais rejeki Nataru. Mereka menangis, persiapan sudah matang. Tiyang tidak Terima Bali saja, kok daerah kunjungan lain tidak. Kalau ingin meningkatkan pariwisata Bali. Biaya swab harusnya ditanggung pusat. Baru Bali bisa pakedek pekenyung, karyawan tidak banyak dirumahkan," pintanya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan