Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sebabkan Sakit Kepala Parah, Kasus Gangguan Kesehatan Ini Makin Meningkat
beritabali.com/ist/suara.com/Sebabkan Sakit Kepala Parah, Kasus Gangguan Kesehatan Ini Makin Meningkat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pusing atau sakit kepala merupakan kondisi yang umum terjadi. Tetapi, pada penderita hipertensi intrakranial idiopatik (HII), sakit kepala yang mereka rasakan bisa melemahkan. Selain itu, penderita juga dapat mengalami gejala lain di samping sakit kepala, sepeti hilangnya kemampuan penglihatan.
Menurut studi baru asal Wales yang terbit pada 20 Januari di jurnal Neurology, kasus HII sedang meningkat. HII terjadi saat ada tekanan pada tengkorak yang disebabkan oleh peningkatan volume cairan tulang belakang hingga menyebabkan sakit kepala tiba-tiba dan intens.
Melansir Very Well Health, kondisi ini sering awalnya didiagnosis sebagai tumor otak dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Peneliti menganalisis data dari 2003 hingga 2017 yang menunjukkan peningkatan kasus HII secara signifikan. Selain itu, terdapat faktor-faktor umum pada kasus ini, seperti berat badan, jenis kelamin, dan keadaan sosial ekonomi.
Penulis utama studi, konsultan ahli saraf dan profesor asosiasi klinis kehormatan di Swansea University di Wales, William Owen Pickrell, PhD, MRCP, mengatakan kebanyakan HII ditemukan oleh dokter mata yang sedang memeriksa pasien yang kehilangan penglihatannya.
Pickrell mengatakan bahwa dokter umumnya menemukan adanya pembengkakan cakram optik. "Saraf optik sebenarnya perpanjangan dari otak Anda, dan bukan saraf yang terpisah. Itu adalah bagian dari otak yang dikelilingi oleh lapisan tipis cairan tulang belakang. Ketika tekanan meningkat, cairan di sekitar pusat optik meningkat, yang cukup sensitif," kata Pickrell.
Jika dibiarkan, HII dapat menyebabkan kehilangan penglihatan parah dan sakit kepala berkelanjutan. Perawatan untuk kasus yang parah dapat mencakup operasi otak untuk menghilangkan tekanan dari kelebihan cairan. Sedangkan perawatan non-bedah antara lain pengobatan dan penurunan berat badan.
HII lebih dari sekedar sakit kepala. Wanita, terutama yang kelebihan berat badan atau kurang beruntung secara ekonomi, lebih mungkin untuk menderita HII. Jadi, jika Anda mengalami sakit kepala parah dan mulai kehilangan penglihatan, segera hubungi dokter untuk mendapat perawatan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2766 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun