Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ini Solusi Kejiwaan untuk Mengatasi Stres Saat Pandemi

Sabtu, 30 Januari 2021, 21:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Psikis atau kondisi kejiwaaan manusia sewajarnya bergerak dinamis sesuai kondisi internal dan eksternal yang dihadapinya.

Pandemi adalah sebuah kejadian eksternal luar biasa yang berdampak pada berbagai sendi kehidupan termasuk ekonomi. Hal ini pasti akan berpengaruh pada manusia sebagai individu dan masyarakat. 

Terganggu atau tidaknya kondisi mental akibat kondisi ekonomi tergantung pada seberapa berat perubahan kondisi ini dipersepsi oleh masyarakat atau individu tersebut.

"Jadi jika individu atau masyarakat memiliki persepsi yang selalu buruk terhadap perubahan ekonomi yang terjadi maka akan selalu timbul perasaan negatif," jelas Dosen Psikologi FK Unud, Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, M.Erg. Sabtu,(30/1) di Denpasar.

Persepsi atau pikiran dan perasaan negatif ini akan memicu timbulnya stres yang wujudnya antara lain adalah kecemasan, ketakutan, atau kesedihan yang berlebihan. Jika kondisi ini berlangsung lama maka bisa menjadi depresi. 

"Kondisi stres atau depresi tentu akan mengganggu keseharian manusia dalam berkegiatan. Misalnya saja seorang karyawan menjadi tidak tercapai target kinerjanya, atau mahasiswa menjadi tidak bisa konsentrasi menghadapi kuliah," sebutnya.

Dari alur sederhana tersebut maka dapat disimpulkan bahwa, cara menghindarkan diri  dari stress atau depresi adalah dengan mengurangi persepsi buruk dan perasaan negatif terhadap segala hal yang dialami. Hal ini tidak mudah namun tetap dapat dilatih.

"Mulailah dengan melihat hal yang dapat disyukuri pada setiap kejadian buruk, sekecil apa pun itu. Selanjutnya, resiliensi (kemampuan beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit) juga harus ditingkatkan," ujarnya.

Wulanyani menambahkan, semakin terampil individu memunculkan persepsi dan perasaan positif, serta resiliensi yang tinggi maka kondisi stres atau depresi dapat dihindari.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami