Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ini Solusi Kejiwaan untuk Mengatasi Stres Saat Pandemi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Psikis atau kondisi kejiwaaan manusia sewajarnya bergerak dinamis sesuai kondisi internal dan eksternal yang dihadapinya.
Pandemi adalah sebuah kejadian eksternal luar biasa yang berdampak pada berbagai sendi kehidupan termasuk ekonomi. Hal ini pasti akan berpengaruh pada manusia sebagai individu dan masyarakat.
Terganggu atau tidaknya kondisi mental akibat kondisi ekonomi tergantung pada seberapa berat perubahan kondisi ini dipersepsi oleh masyarakat atau individu tersebut.
"Jadi jika individu atau masyarakat memiliki persepsi yang selalu buruk terhadap perubahan ekonomi yang terjadi maka akan selalu timbul perasaan negatif," jelas Dosen Psikologi FK Unud, Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, M.Erg. Sabtu,(30/1) di Denpasar.
Persepsi atau pikiran dan perasaan negatif ini akan memicu timbulnya stres yang wujudnya antara lain adalah kecemasan, ketakutan, atau kesedihan yang berlebihan. Jika kondisi ini berlangsung lama maka bisa menjadi depresi.
"Kondisi stres atau depresi tentu akan mengganggu keseharian manusia dalam berkegiatan. Misalnya saja seorang karyawan menjadi tidak tercapai target kinerjanya, atau mahasiswa menjadi tidak bisa konsentrasi menghadapi kuliah," sebutnya.
Dari alur sederhana tersebut maka dapat disimpulkan bahwa, cara menghindarkan diri dari stress atau depresi adalah dengan mengurangi persepsi buruk dan perasaan negatif terhadap segala hal yang dialami. Hal ini tidak mudah namun tetap dapat dilatih.
"Mulailah dengan melihat hal yang dapat disyukuri pada setiap kejadian buruk, sekecil apa pun itu. Selanjutnya, resiliensi (kemampuan beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit) juga harus ditingkatkan," ujarnya.
Wulanyani menambahkan, semakin terampil individu memunculkan persepsi dan perasaan positif, serta resiliensi yang tinggi maka kondisi stres atau depresi dapat dihindari.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan