Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Wisatawan Tewas Mendadak Usai "Snorkeling"
BERITABALI.COM, NTB.
Polsek Pemenang, Lombok Utara, mengevakuasi wisatawan yang meninggal mendadak di Gili Terawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (30/2) sekitar pukul 11.00 WITA.
Wisatawan inisial SO (43 tahun) laki-laki, alamat Bekasi Jawa Barat, mendadak pingsan dan akhirnya meninggal, usai bermain Snorkeling. Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyh SH melalui Kapolsek Pemenang IPTU Lalu Iskandar Zulkarnain mengatakan, kronologis kejadian korban beserta 13 rombongan lainnya tiba di Gili Trawangan pada Sabtu (30/1) sekitar pukul 10.00 WITA.
Korban beserta rombongan menginap di Hotel Gili Sand. Setelah menaruh barang bawaan, korban beserta teman lainnya melaksanakan aktivitas snorkeling sekitar pukul 11.00 WITA. Setelah Snorkeling korban tidak sadarkan diri dan dilarikan ke Klinik Warna Gili Trawangan.
"Setelah di lakukan cek dari pihak klinik, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Kapolsek Iptu Lalu Iskandar Zulkarnain.
Lanjut Kapolsek, korban dibawa ke Pemenang dengan menggunakan Fast Boat, dan diserah terimakan di RS Bhayangkara.
"Korban meninggal dunia karena serangan jantung", terang Kapolsek.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun