Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Awalnya Dikira Bau Bangkai Tikus, Jasa Pria Membusuk Ditemukan di Monang-Maning
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga kaget menemukan jasad pria tewas di kamar kosnya di Jalan Merpati Gang V Nomor 26, Monang Maning, Denpasar Barat, Senin (1/2/2021) sekitar pukul 09.15 WITA.
Korban diketahui bernama Agus Sudarsono (53) itu ditemukan dalam kondisi membusuk. Saksi yang awalnya mengetahui kejadian adalah Hanafiah (62). Saksi mengatakan ke Polisi, sejak beberapa hari terakhir, tepatnya 29 Januari 2021 sekitar pukul 08.00 WITA, ia mencium bau tak sedap disekitar TKP.
"Ya awalnya saya kira bau bangkai tikus. Tadi baunya makin menyengat," ujarnya.
Penasaran, saksi mencari asal bau tersebut dan ternyata ada di sebelah kamar kos tetangga. Saksi kembali menjelaskan, ia kemudian menuju ke kamar kos korban. Namun begitu pintu kamar terbuka, korban asal Jogjakarta terlihat sudah meninggal dalam kondisi membusuk.
"Setelah pintu kamar kos dibuka, korban ditemukan sudah meninggal. Kamar korban dalam kondisi tercium bau busuk," ujar saksi.
Sehubungan kejadian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat AKP H Andi Muh Nurul Yaqin membenarkannya. "Ya, ada jasad ditemukan di kamar kos," ungkapnya.
Ia mengatakan awalnya pihaknya menerima informasi ada penemuan mayat di Jalan Merpati Gang V Nomor 26, Monang Maning, Denpasar Barat. Terkait penyebab kematian korban, ia menduga korban mengalami sakit sebelum ditemukan meninggal dunia. "Dugaan kita sakit," jelasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan