Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Emak-emak Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang ibu rumah tangga warga Durian Hutan Nagari Aia Gadang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, inisial R (42) ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah kosong, Rabu (17/2/2021).
"Korban ditemukan warga sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan sudah tidak bernyawa," kata Kepala Polsek Pasaman AKP Lija Nesmon di Simpang Empat, Rabu. Ia mengatakan korban ditemukan pertama kali oleh saksi Andika sudah dalam keadaan tergantung di pintu rumah kosong milik korban.
"Sebelum meninggal dengan cara gantung diri, korban, menurut keterangan saksi, mempunyai riwayat sakit ginjal," ujarnya sebagaimana dilansir Antara. Setelah saksi melihat korban, langsung melaporkan ke warga lain dan kepolisian.
Setelah itu korban diturunkan oleh unit identifikasi. Korban langsung dibawa ke rumah dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis Puskemas Aia Gadang. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.
Ia menjelaskan pihak keluarga tidak bersedia dilakukan visum luar maupun visum dalam terhadap korban. "Pihak keluarga menerima kematian korban karena bunuh diri dan dibuatkan surat pernyataan tidak dilakukan visum," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2775 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1966 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun