Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Seorang Remaja Disiram Air Keras, Wajah Melepuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang remaja Fauzi Isnanda (16) menjadi korban penyiraman air keras di Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (18/2/2021). Peristiwa itu tepatnya terjadi di Jalan Maulana Hasanuddin, Cipondoh, sekitar pukul 02.00 WIB. Sepupu korban, Wiki Irawan (44) menceritakan kronologi penyiraman air keras terhadap kerabatnya itu.
Ketika itu, korban sedang berkumpul dengan teman sebayanya. Namun ada kelompok lain yang akhirnya terjadi keributan. "Kejadian disaat mereka nongkrong, ada kelompok anak remaja lain dan tiba-tiba terjadi keributan. Lalu Nanda teriak sakit di wajahnya," ujar Wilki saat dihubungi, Kamis (18/2/2021).
Wilki mengatakan korban mengalami luka di bagian wajah. Namun, ia belum bisa memastikan kondisi lebih jauh. Korban saat ini tengah dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. "Luka di wajah, wajahnya melepuh. Saya juga belum bisa ke sana (RSUD). Katanya gak bisa dijenguk," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Kabupaten Tangerang Mohamad Rifki menjelaskan korban penyiraman air keras sedang dilakukan perawatan untuk dilakukan pembersihan luka. "Rencana pembersihan luka, melalui operasi. Sejauh ini kondisinya stabil," tutupnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun