Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dampak Pandemi bagi Pengrajin Anyaman Bambu di Jembrana

Sabtu, 27 Februari 2021, 22:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Dampak pandemi covid-19 sangat dirasakan pengusaha khususnya usaha kecil dan menengah, seperti salah satu perajin anyaman dari bahan bambu yaitu keranjang beralamat di Banjar Dlod Pempatan Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Salah satu perajin anyaman bambu Ni Luh Sudiartini mengaku meski penjualan atau pemesanan di pasaran menurun drastis hingga 99 persen, Ni Luh Sudiartini melakoni pekerjaan sebagai pengrajin tradisional berupa keranjang anyaman bambu dari tahun 1990 silam.

"Sebelum pandemi corona ini per bulan saya bisa membuat 30 biji dan dihargakan ke konsumen sebanyak 30 ribu rupiah, per bulan saya mendapatkan pemasukan kotor 1,5 juta rupiah," terang pengrajin ayaman bambu Ni Luh Sudiartini.

Ia menambahkan, sejak adanya pandemi ini pengasilan dan pemesanan menurun drastis. Dirinya sangat merasakan hal ini, dimana biasanya sebelum pandemi bisa meraup sebanyak 50 buah orderan per bulannya dari Denpasar. Sedangkan saat ini selama 10 hari Sudiartini bisa membuat keranjang sebanyak 5 biji saja. Bahkan jika tidak ada pesanan sama sekali dirinya bekerja di sawah. 

Sementara itu, Kepala Desa Mendoyo Dangin Tukad I Made Oka Semarajaya saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya mengupayakan para pengrajin di desanya.

"Kerajinan Ini bisa bertahan meskipun sepi orderannya akibat dari pandemi berkepanjangan ini, kami juga membantu memasarkan ke desa lain," jelasnya sembari berharap, di tengah pandemi ini pemerintah lebih memerhatikan pelaku UMKM.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami