Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Diduga Bawa Suket PCR Palsu, 2 WNA Diamankan di Padangbai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tiba di Pelabuhan Padangbai, dua orang warga negara asing (WNA) terpaksa diamankan anggota Sat Reskrim Polres Karangasem lantaran ada dugaan menggunakan surat keterangan atau suket PCR palsu.
Kapolres Karangasem, AKBP. Ni Nyoman Suartini usai menggelar rilis pers operasi antik pada Rabu (03/03/2021) lalu mengungkapkan, kedua WNA tersebut diamankan pada Selasa pagi (02/03/2021).
Saat itu, sekitar pukul 9.30 WITA ada kapal sandar di Pelabuhan Padangbai. Seperti biasa dilakukan pemeriksaan penumpang yang turun dan ditemukan dua orang WNA yang diduga memakai suket PCR palsu. "Dua WNA ini datang dari Lombok dan masuk ke Bali lewat Pelabuhan Padangbai, berdasarkan keterangan sementara keduanya mengaku mendapat Suket tersebut dari seseorang yang mereka temui disebuah warung makan yang ada di wilayah di Lombok," terang Suartini.
Kendati demikian, status kedua WNA tersebut dikatakan Suartini masih sebagai terduga lantaran pihaknya masih memastikan keaslian suket yang dibawa kedua WNA itu ke tempat dimana pemeriksaan yang tercantum di dalam suket tersebut.
"Saat ini statusnya masih terduga ya, karena kami masih memastikan suket tersebut," jelas Suartini.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 832 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 755 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 669 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 390 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 352 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun