Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Disfungsi Dasar Panggul Masalah Kesehatan Perempuan Ini Sering Diabaikan
beritabali.com/ist/suara.com/Disfungsi Dasar Panggul Masalah Kesehatan Perempuan Ini Sering Diabaikan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Disfungsi dasar panggul menjadi salah satu masalah kesehatan perempuan yang jarang dibicarakan. Padahal satu dari tiga perempuan yang melahirkan mengalami masalah dasar panggul seperti inkontinensia atau prolaps.
"Ada banyak perempuan merasa malu dengan masalah kesehatan yang sangat umum ini," kata Dr. Alice Beban dari Sekolah Rakyat, Lingkungan dan Perencanaan di Massey University.
Melansir dari Medical Xpress, penelitian Dr. Beban menemukan bahwa perempuan tidak diberi informasi yang mereka butuhkan untuk nifas. Jadi jika mengembangkan masalah kesehatan tertentu, mereka sering tidak membicarakannya dengan siapa pun, bahkan kepada dokter.
Disfungsi dasar panggul sendiri sering terjadi usai persalinan vaginal. Menurut laman resmi Universitas Gadjah Mada, disfungsi dasar panggul ini merupakan masalah perempuan yang berakibat pada penurunan kualitas hidup perempuan.
Oleh karena itu, diperlukan suatu alat bantu yang dapat memprediksi terjadinya disfungsi dasar panggul pasca persalinan vaginal.
"Lebih dari 46 persen perempuan dengan riwayat persalinan vaginal mengalami disfungsi dasar panggul dan akan menurunkan kualitas hidup perempuan," ujar dr. Nuning Pangastuti, Sp.OG(K) saat menempuh ujian Program Doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, di ruang Diklat Lt 4 RSUP Sardjito, beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Medical Xpress, dampak disfungsi dasar panggul pada kehidupan perempuan sangat signifikan. Banyak yang tidak bisa meninggalkan rumah sama sekali hingga mengakibatkan isolasi sosial.
Banyak juga yang tidak dapat bekerja atau hanya dapat bekerja beberapa jam karena kesakitan. Hal ini yang juga memunculkan masalah pada hubungan dan kesehatan mental.
"Akan sangat bagus jika para perempuan memiliki lebih banyak pilihan pengobatan bedah dan non-bedah," ujar dokter Beban.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan