Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pria Tebas Kawannya Sendiri Yang Akan Mencuri Sapi Ternaknya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rasa penyesalan memang datang belakangan, begitu kira-kira yang dirasakan Alfons Bausele (36) Warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menebas karibnya sendiri Melianus Ninef (43), warga Desa/Kecamatan Noebana, TTS yang ketahuan akan mencuri hewan ternak sapi miliknya pada Selasa (9/3/2021) malam.
Kepada petugas Alfons mengisahkan kejadian tragedi di Selasa malam lalu. Kala itu, dia sedang berada di dekat rumah kebun untuk menjaga kandang miliknya yang di dalamnya terdapat 28 ekor sapi.
Alfons mengemukakan, penjagaan tersebut dilakukan, lantaran kerap kali terjadi pencurian hewan ternak di wilayahnya dalam beberapa waktu terakhir.
Saat berjaga, Alfons melihat korban masuk ke dalam kandang ternak. Refleks melihat ada sekelebat orang yang masuk, pelaku kemudian berteriak kepada korban.'Siapa itu?'
Bukannya menyahut, korban malah lari keluar kandang. Pun lantaran itu, Alfons mengejarnya sambil memegang parang di tangan kanan dan senter pada tangan kiri.
Hingga akhirnya, sekitar 100 meter dari kandang, Alfons berhasil mendekati korban dan langsung menebaskan parang. Dua kali tebasan diberikannya kepada Melianus, namun korban masih bisa berupaya lari.
Tepat pada tebasan berikutnya, Alfons menghujam kepala dan leher korban hingga tak bernyawa dengan tiga tebasan. Untuk memastikan kondisi korban, Alfons kemudian memeriksa kondisi korban. Ketika itu, dia tersadar jika orang yang ditebasnya adalah Melianus Ninef.
Setelah membunuh, Alfons menceritakan peristiwa itu kepada ibunya dan akhirnya menyerahkan diri ke polisi dengan berjalan kaki selama lima jam dari desa ke Polsek Amanatun Selatan di Oinlasi, Kabupaten TTS.
Alfons sendiri baru tiba di Mapolsek Amanatun Selatan pada dinihari sekitar pukul 04.00 wita.
“Jadi tersangka mengaku kaget setelah tau siapa yang dibunuhnya. Ia merasa takut lalu kembali ke rumah kebun lalu memberitahukan ibunya soal peristiwa itu,” ungkap Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka RA Bahtera seperti dilansir Digtara.com-jaringan Suara.com pada Jumat (12/3/2021).
Hendricka mengemukakan, pihaknya sudah menggelar reka ulang kasus ini pada Kamis (11/3/2021) siang hingga malam hari di tempat kejadian perkara.
“Pada tubuh korban terdapat 3 luka robek menganga pada tangan kanan, kepala kanan bagian belakang dan juga leher kiri korban,” jelasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun