Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Wabup Jembrana Patriana Krisna Gagal Divaksin Covid-19
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Vaksinasi massal yang digelar Pemkab Jembrana Selasa (16/03/2021) di Gedung Auditorium melibatkan 1.300 orang dari berbagai instansi baik pemerintah, swasta, dan tokoh agama.
Gebyar vaksinasi massal ini juga melakukan vaksinasi kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna.
Namun, Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) harus rela menunda untuk divaksin lantaran sebelumnya sempat dinyatakan positif saat menjalani rapid tes antigen pada bulan Januari 2021.
"Ya sekarang saya gagal disuntik vaksin, karena setelah menjalani screening tadi saya pernah dinyatalan positif setelah uji cepat rapid tes antigen pada bulan Januari 2021 lalu," ungkap Patriana Krisna.
Patriana mengungkapkan, pada 7 Januari lalu dia sempat rapid test antigen di Kota Kediri, Jawa Timur. “Karena positif, saya diminta untuk isolasi mandiri. Saya isolasi di rumah Kediri. Pada 14 Januari kemudian saya rapid test antigen lagi hasilnya tetap positif. Lanjut saya isolasi kembali. Kemudian test lagi baru negatif,” terang Ipat.
Berbeda dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, akhirnya bisa disuntik vaksin setelah lolos dari uji screening oleh tim Vaksinasi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2403 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun