Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Australia-Singapura Bakal Luncurkan "Travel Bubble" pada Juli 2021
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dua negara yakni Australia dan Singapura tengah membahas travel bubble, dimana lewat Kebijakan ini memungkinkan perjalanan bebas karantina antara kedua negara pada Juli mendatang.
Dilansir dari lama Business Traveller, Rabu (17/3/2021), pengakuan timbal-balik atas paspor vaksin yang dikeluarkan pemerintah juga sedang dipertimbangkan. Proposal itu akan memungkinkan warga Australia untuk mengunjungi Singapura untuk tujuan kerja atau rekreasi tanpa perlu pengecualian dari larangan keluar Australia, menurut Sydney Morning Herald.
Berkat angka Covid-19 yang rendah, Australia saat ini menjadi salah satu dari lima negara yang memenuhi syarat untuk skema Air Travel Pass pemerintah Singapura. Hal tersebut memungkinkan para pelancong untuk masuk dengan sedikit batasan.
Warga Australia diharuskan membeli asuransi perjalanan Covid-19, menjalani pengujian PCR pada saat kedatangan, dan tetap dalam isolasi diri sampai mereka menerima hasilnya. Travel bubble tampak membuat beberapa dari pembatasan ini dilonggarkan lebih jauh.
Sementara itu, bagi wisatawan yang meninggalkan Singapura, individu yang divaksinasi penuh dapat dibebaskan dari karantina hotel wajib selama dua minggu di Australia dan larangan bagi pengunjung internasional.
"Singapura saat ini sedang berdiskusi dengan Australia tentang pengakuan bersama atas sertifikat vaksinasi dan dimulainya kembali perjalanan dengan prioritas bagi pelajar dan pelancong bisnis," kata Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan.
"Kami juga membahas kemungkinan gelembung perjalanan udara yang memungkinkan penduduk Singapura dan Australia melakukan perjalanan antara kedua negara tanpa perlu karantina," lanjut pernyataan tersebut.
Dilansir dari The Guardian, warga Singapura yang telah divaksinasi dapat bepergian ke Australia tanpa harus menjalani karantina hotel selama dua minggu.
Secara terpisah, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan dalam sebuah wawancara TV dia berharap Singapura akan mulai membuka kembali perbatasannya pada akhir tahun karena lebih banyak negara menggenjot vaksinasi.
"Saya berharap jika banyak negara dapat memiliki proporsi yang substansial dari populasi mereka yang divaksinasi pada akhir tahun ini, kami akan dapat memiliki kepercayaan diri dan telah mengembangkan sistem untuk membuka perbatasan internasional kami agar dapat melakukan perjalanan dengan aman lagi," kata Lee dalam sebuah pernyataan wawancara dengan BBC yang tayang pada hari Minggu.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini atau tahun depan pintu sudah bisa dibuka, kalau tidak lebih awal," jelasnya.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun