Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Belasan Buruh Angkut Keroyok PKL di Terminal
BERITABALI.COM, NTB.
Tak terima ditegur menegak minuan keras di depan warung karena sudah larut malam, belasan buruh angkut mengeroyok seorang pedagang kaki lima (PKL). Tiga dari 14 buruh angkut yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang pedagang kaki lima (PKL) di Terminal Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ditetapkan jadi tersangka.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi Kamis (19/3) mengatakan penetapan tiga orang sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik. "Jadi dari 14 orang yang kita amankan, baru tiga di antaranya yang peran-nya sudah jelas," kata Heri. Ketiganya disebutkan Heri berinisial SB, AW, dan BS.
Untuk SB terindikasi menusuk korban bernama Ramli pada bagian leher. Kemudian AW terindikasi menusuk korban pada bagian punggung bagian kiri. "Sedangkan BS sebagai provokator, yang mengajak kawan-kawannya untuk beraksi," ujarnya. Namun untuk BS, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan perburuan di lapangan.
Usai kejadian, BS diduga kabur. Motif kejahatan yang dilakukan BS bersama kawanan-nya, dijelaskan Heri, berawal dari rasa keberatan BS yang ditegur oleh seorang pedagang kaki lima bernama Ismail. Ketika itu pada Minggu (7/3) dini hari, BS bersama kawanan-nya sedang asyik menenggak minuman keras di depan warung kaki lima milik Ismail.
"Mereka ditegur oleh Ismail agar membubarkan diri, karena sudah larut malam. Mereka pun bubarkan diri," ujarnya. Namun tiga hari kemudian, BS yang kini masuk dalam daftar buronan kepolisian itu mengajak kawanan-nya mencari Ismail ke warung-nya di Terminal Mandalika. Saat mengetahui BS bersama kawanan-nya datang dengan wajah beringas, Ismail dikatakan Heri, kabur dan bersembunyi.
"Pas itu juga korban (Ramli) datang menghampiri BS dan kawanan-nya. Awalnya berniat menyabarkan, tapi Ramli ini akhirnya yang jadi sasaran BS sama kawanan-nya," tutur Heri. Dari kejadian itu, pihak keluarga korban kemudian melaporkannya ke Polsek Cakranegara. Hasilnya, 14 orang diamankan tanpa BS yang kini masih jadi buronan kepolisian.
Karenanya, tiga buruh angkut yang salah satunya diduga sebagai provokator dan masih buron tersebut ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan yang ancamannya paling lama tujuh tahun penjara. Terkait dengan kondisi kesehatan korban, dikatakan Heri masih menjalani perawatan medis. Namun kondisi kesehatannya kian membaik dan sedang menjalani rawat jalan akibat luka yang dialaminya. "Memang korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi sekarang kondisi-nya sudah baikan, sudah di rumah dan masih rawat jalan," ujarnya
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan