Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Seorang Perempuan Paruh Baya Nekat Bakar Diri di Tengah Jalan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang perempuan paruh baya berinisial S (53) nekat bakar diri di tengah jalan. Perempuan bakar diri itu membakar tubuhnya tepat di jalan depan rumahnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur, Jumat (19/3/2021).
Kapolsek Jaya Karya AKP Agoes Tri mengatakan, peristiwa perempuan paruh baya bakar diri itu terjadi pukul 08.00 WIB.
Peristiwa bermula saat S tengah seorang diri di rumah. Anaknya sedang tidak ada di rumah karena berangkat kerja.
Dia tiba-tiba keluar ke depan rumahnya sambil membawa jerigen berisi bahan bakar minyak.
Minyak tersebut kemudian disiramkan ke tubuhnya. Bersamaan dengan itu dia mengeluarkan pemantik dan langsung menyulutkan ke tubuhnya.
Setelah itu, api membakar tubuhnya. Dia pun berteriak kesakitan karena terbakar api.
Seorang petugas pencatat meteran listrik yang berada di lokasi melihat dan mendengar teriakan perempuan itu. Dia pun langsung berusaha menolong dengan memadamkan api yang membakar beberapa bagian tubuh perempuan itu.
Setelah itu, warga langsung melarikan perempuan tersebut ke Rumah Sakit Pratama Samuda untuk diberikan pertolongan medis.
Pihak kepolsiian belum mengetahui motif perempuan paruh baya itu nekat membakar diri.
"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Setelah kondisinya membaik nanti yang bersangkutan kami mintai keterangan," demikian kata AKP Agoes Tri.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan