Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Warga Desa Ini Banyak Yang Jadi Miliarder dari Usaha WC Umum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekilas, desa yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya ini terlihat seperti desa-desa pada umumnya. Namun siapa sangka jika desa ini dihuni banyak miliarder.
Desa yang dihuni miliarder ini adalah Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Beberapa miliarder yang tinggal di desa ini memiliki usaha yang mungkin terdengar sepele, yakni toilet WC umum.
Dari 3,892 jiwa yang tinggal di desa tersebut, berderet nama juragan WC umum yang sudah dikenal luas. Sebut saja Hasan, One dan Cecep Ruhimat.
Solihin (45) warga Desa Kiarajangkung mengatakan, sejak 1980-an, banyak warga yang merantau ke kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor untuk mengadu nasib. Berbekal modal yang dibawa dari kampung halaman, mereka membangun bisnis WC umum.
"Seingat saya itu tahun 1980 an, sudah banyak yang usaha menyewakan toilet (WC umum) di kota. Bahkan sampai sekrang ada beberapa bos yang punya lebih dari 20 lapak toilet," kata Solihin, Kamis (1/4/2021).
Adanya juragan WC umum di kota besar berdampak juga pada kehidupan masyarakat terutama anak muda. Banyak anak muda yang lulusan SMA dan SMP diajak untuk bekerja sebagai penunggu. Bukan hanya di wilayah barat, juragan WC umum juga bahkan membuka usahanya ke wilayah Yogyakarta, Madiun, dan Surabaya.
“Bukan di Jakarta saja, ada juga yang di Surabaya. Pegawainya warga dari sini, Alhamdulilah bisa menyerap tenaga kerja," ujar Solihin.
Nana Sumarna (40) warga lainnya mengatakan, bisnis penyewaan WC umum diawali Uju sekitar tahun 1980. Awalnya, Uju hanya bekerja sebagai penjual air keliling di Jakarta.
Setiap hari, Uju membeli air dari WC umum milik warga Jakarta. Dari situ, Uju memiliki keinginan untuk membuka usaha WC umum. Dengan modal seadanya, Uju memberanikan diri menyewa WC di SPBU dengan sistem bagi hasil.
“Setahu saya itu awalnya dirintis oleh Pak Uju (almarhum) tahun 80 an di Jakarta," ujarnya.
Bisnis WC umum yang dikelola Uju terus berkembang. Uju pun mengajak warga lainnya untuk bekerja sebagai penjaga. Ingin memiliki pengalaman dan mandiri, warga yang awalnya bekerja sebagai penjaga beralih profesi menjadi pemilik.
“Sekitar 25% warga usaha toilet di Jakarta," ujar Nana.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2745 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun