Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Geger Anak Gorok Leher Ayah Kandung Hingga Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Belum diketahui apa yang melatarbelakangi warga Kabupaten Cianjur berinisial AS (21) tega menggorok leher ayah kandungnya sendiri hingga tewas.
AS merupakan warga Kampung Sayangkak, RT 02, RW 05, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Ia membuat geger warga Cianjur setelah membunuh ayahnya sendiri, Rudi pada Kamis (1/4/2021).
Panit I Reskrim Polsek Cugenang Iptu S Darsono membenarkan adanya peristiwa pembunuhan seorang ayah yang diduga dilakukan anaknya sendiri.
"Benar ada peristiwa pembunuhan, kami sudah tangani, saat ini masih melakukan pendalaman,” ujar Darsono kepada wartawan saat ditemui di Ruang Forensik RSUD Sayang Cianjur, Kamis (1/4/2021).
Darsono mengungkapkan, korban bernama Rudi (50) yang merupakan ayah dari AS (21), terduga pelaku pembunuhan. Menurutnya, kondisi korban sangat mengenaskan karena lehernya hampir putus karena gorokan benda tajam.
“Korban saat ini akan segera dilakukan autopsi, lehernya hampir putus karena digorok,” ujarnya.
Mengenai penyebabnya, Darsono mengatakan, belum bisa menyimpulkan karena masih dalam penyelidikan. “Hanya saja, informasi sementara yang kami terima, pelaku yang merupakan anak korban mengalami ganguan jiwa,” jelasnya.
Mengenai pelaku, Darsono menegaskan, saat ini sudah diamankan di Mapolsek Cugenang untuk dimintai keterangan. “Ada di Mapolsek,” kata dia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan