Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kisah Warsito Mantan Ajudan Soekarno, Kini Jadi Penjual Kopi Keliling
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video beredar di jejaring media sosial menampilkan sosok penjual kopi seduh keliling di Jakarta.
Sosok tersebut merupakan seorang kakek bernama Warsito. Ia merupakan seorang mantan pengawal Presiden Soekarno pada masanya.
Video tentang sosok kakek Warsito ini dibagikan oleh akun Youtube Amy Abadi.
Kakek Warsito lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ia lahir tahun 1935.
Ia sudah sejak SMP merantau ke Jakarta untuk ikut kakak kandung.
Saat diwawancara, ia bercerita bahwa dulu ia bekerja ikut kakak kandungnya dan menginap di rumah dinas Wakil Presiden Bung Hatta.
"Iya habis itu saya bekerja di istana dan diangkat menjadi polisi menjadi pengawal pribadi Presiden Soekarno," tuturnya, dikutip Beritahits.id.
Dirinya bercerita pada saat itu ia menjadi pengawal presiden yang berada di paling akhir.
"Kemana-mana saya ada di belakang (presiden)," ujarnya.
Berdasarkan cerita Warsito, ia bekerja menjadi pengawal Soekarno selama 13 tahun.
"Wah lama ya, dari tahun 1954 sampai 1967," jelasnya.
Dirinya bercerita, ia bisa diangkat menjadi polisi lantaran bisa mengerjakan apa saja seperti administrasi hingga mengendarai mobil.
Selain sebagai pengawal, Warsito juga sempat bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebab, gaji yang ia terima pada saat menjadi pengawal presiden hanya Rp350.
Warsito sempat menjadi tukang parkir di lapangan Ikada (Monas).
"Dulu saya itu pakai seragam kalau sekarang Brimob lah. Dulu juga saya sambil jaga parkir di Lapangan Ikada karena gaji saya itu kecil Rp350 perak," ujarnya.
Dalam video itu, Warsito juga memberikan bukti akta kelahiran anaknya dan bukti bahwa ia pernah menjadi pengawal pribadi presiden.
Tertera dalam surat tersebut pangkat Warsito yaitu Inspektur Satu Satgas Pomad (Polisi Militer Angkatan Darat).
Sayangnya, saat ini Warsito tidak bisa mengurus masa pensiunnya lantaran surat-surat pengabdiannya hanyut terbawa banjir.
Dalam video tersebut, kakek Warsito tampak memakai masker dan peci.
Ia mengaku lebih senang untuk mencari nafkah seorang diri dan tidak ingin membebani anak-anaknya.
Kini, Warsito menggantungkan kehidupannya dengan sebuah sepeda tua yang ia gunakan untuk mengais rezeki.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun