Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Presiden Terlama Berkuasa Tewas Ditembaki Pemberontak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Nasib mengenaskan mengakhiri kehidupan Presiden Chad Idriss Deby yang telah berkuasa selama 30 tahun di negara Afrika Tengah itu. Ia dilaporkan tewas usai ditembaki kelompok pemberontak.
Dilansir dari VOA Indonesia, tentara Chad mengatakan, Presiden Idriss Deby tewas dalam bentrokan dengan para pemberontak.
Berbicara di stasiun televisi nasional hari Selasa (20/4/2021) waktu setempat, seorang tentara Chad mengatakan, Deby tewas karena luka-lukanya ketika mengunjungi tentara di garis depan. Di mana dalam beberapa hari terakhir ini pasukan pemberontak yang dikenal sebagai “Front for Change and Concord in Chard” telah memperluas gerakannya di utara menuju ibu kota N'Djamena.
Pemerintah dan parlemen telah dibubarkan, dan juru bicara Tentara Chad Azem Bermendao Agouna mengatakan sebuah dewan militer akan berkuasa di Chad selama 18 bulan mendatang. Ia mengatakan dewan itu akan dipimpin putra Idriss yang berusia 37 tahun, yaitu Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno.
Belum ada konfirmasi independen tentang sebab-sebab meninggalnya presiden Chad itu.
Juru bicara militer Amerika di Komando Afrika menyampaikan rasa belasungkawa kepada rakyat Kanada dan mengatakan AFRICOM “memantau dengan seksama gerakan pemberontak di Chad.”
Hal senada disampaikan juru bicara bagi Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.
Sementara itu Kedutaan Besar Amerika di N'Djamena telah memerintahkan seluruh stafnya untuk mengungsi, merujuk pada potensi terjadinya kerusuhan.
Deby yang berusia 68 tahun telah memimpin Chad pasca kudeta pada Desember 1990, menjadikannnya salah satu pemimpin Afrika yang paling lama berkuasa. Para pengkecam menyebutnya otoriter dan mengecam caranya mengelola pendapatan dari hasil minyak Chad. Namun negara-negara Barat melihatnya sebagai sekutu yang penting dalam upaya melawa kelompok-kelompok ekstremis di Afrika Barat dan Sahel, seperti Boko Haram yang bermarkas di Nigeria.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan