Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Pasutri Tewas Seketika Setelah Tabrak Truk Parkir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Pantura Gresik, Rabu (28/4/2021) pagi. Kali ini peristiwa nahas itu menimpa Yusuf (56) dan istrinya Mu'asiyah (45).
Pasutri itu dinyatakan tewas seketika setelah menabrak truk yang sedang parkir di tepi jalan. Keduanya warga Desa Melirang, Kecamatan Bungah, kabupaten setempat.
Peristiwa nahas itu bermula saat pasutri itu berjalan dari utara ke selatan. Saat di TKP, motor yang dikendarai Yusuf tiba-tiba menabrak truk dari belakang yang tengah berhenti.
Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya mengatakan, peristiwa kecelakaan maut itu terjadi pada pukul 05.00 Wib. Diduga kecelakaan itu karena pengendara motor tidak memperhatikan arah depan.
"Pengendara motor berjalan dengan ke kecepatan sedang. Karena tidak memperhatikan arah depan sehingga kecelakaan tidak bisa dihindarkan," kata Yossy, Rabu (28/04/2021).
Sedangkan kondisi truck Fuso yang dikemudikan Harianto (42) warga Dusun Gumining RT 3/RW 1, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik dalam kondisi baik.
Saat ditabrak truk itu memang sedang parkir. Truk tersebut parkir di bahu jalan sebelah kiri dan terjadilah kecelakaan.
Adapun dampak dari kecelakaan tersebut, korban mengalami benturan keras di bagian kepala. Keduanya meninggal di tempat dan dievakuasi ke RS Ibnu Sina.
"Kedua korban meninggal dunia dengan luka di kepala langsung dievakuasi petugas ke rumah sakit," katanya menegaskan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan