Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tanggapi Kasus Desak Dharmawati, MDA Bali: Masyarakat Cukup Tunggu Proses Hukum
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Video viral yang beredar di media sosial terkait penistaan agama Hindu oleh terlapor Desak Made Dharmawati dinilai merendahkan agama serta sangat bertentangan dengan nilai–nilai pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
Perbuatan tersebut dinilai sangat mengganggu bahkan mencederai kerukunan antar umat beragama di Indonesia sehingga membuat masyarakat khususnya di Provinsi Bali berang terhadap pernyataan dari Desak Made Dharmawati dan masyarakat berbondong – bondong melaporkannya ke Polisi.
Menanggapi hal ini, salah satu tokoh adat di Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang juga merupakan Bandesa Agung Majelis Desa Adat atau MDA Bali melihat fenomena ini berbahaya dan dapat menimbulkan konflik antar umat beragama di Indonesia.
"Sebagai Bendesa Agung meminta kepada segenap lapisan masyarakat seluruh umat beragama khususnya umat Hindu di Bali dan Nusantara agar tidak terprovokasi terhadap penistaan agama yang telah dilakukan oleh terlapor Desak Made Darmawati," ungkapnya Sabtu (1/5/2021).
Pertama, jelas Agung Putra Sukahet karena yang bersangkutan telah memohon maaf. Sebagai umat yang beragama harus memaafkan. Kedua, proses hukum tetap berlangsung karena masyarakat hindu banyak yang melayangkan tuntutan ke pihak kepolisian baik dibali maupun Jakarta.
"Apalagi hal ini menjadi disoroti oleh tokoh - tokoh agama baik dari menteri agama, Dirjen hindu serta Gubernur Bali. Jadi, demi kerukunan umat beragama di indonesia dan situasi keamanan di Bali maka masyarakat cukup menunggu hasil dari proses hukum yang berjalan," tegasnya.
Saat ini, kata Agung Putra Sukahet, aparat kepolisian, kejaksaan serta Pengadilan akan memproses ini secara profesional agar memberikan efek jera kepada pelaku. Sehingga kedepannya tidak akan ada kasus-kasus penistaan agama serupa yang kembali terjadi, pintanya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan