Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
BI Catat Transaksi Non Tunai di Bali Sentuh Angka Rp35,51 Miliar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Salah satu kebijakan Bank Indonesia yang mendukung akselerasi sistem pembayaran nontunai berbasis digital adalah QRIS yaitu sebuah kebijakan standarisasi QR Code Pembayaran sehingga satu QR dapat dibaca oleh semua aplikasi pembayaran.
Jika dilihat di wilayah Bali, QRIS yang CeMuMuAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal), sangat cepat progresnya dan masuk ke peringkat 7 besar Nasional.
Per 16 April 2021, 206.811 merchant di Bali telah merasakan manfaat menggunakan QRIS, dan dalam 2 (dua) bulan, Januari sampai Februari 2021, tercatat total transaksi sebanyak 353 ribu transaksi non tunai dengan nominal mencapai Rp35,51 Miliar.
"Tingginya pemanfaatan teknologi terutama dalam bidang sistem pembayaran turut membawa risiko yang beragam dan kompleks," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho di Denpasar belum lama ini.
Di sisi lain, kata dia, terdapat fenomena berbagai kasus kejahatan siber yang menimpa industry keuangan di tanah air dengan modus operandi yang semakin beragam antara lain kasus skimming, email phising, Man in the Middle Attack dan SIM Card swap.
"Dalam merespon hal tersebut dan sebagai salah satu upaya memperkuat perlindungan konsumen sistem pembayaran, maka Bank Indonesia melalui penyelenggaraan web seminar ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat Bali mengenai cara bertransaksi keuangan yang aman," bebernya.
Di era digitalisasi bergerak sangat cepat dan dengan keberagaman instrumen pembayaran digital, satu hal perlu dipahami bersama bahwa Rupiah tetap merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.
"Pemahaman ini merupakan bentuk kebanggaan kita terhadap Rupiah selain sebagai alat pembayaran yang sah, juga sebagai simbol kedaulatan NKRI dan alat pemersatu bangsa," katanya.
Dengan melihat posisi penting Rupiah dalam kehidupan bernegara di Indonesia di segala bidang, maka Bank Indonesia menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.
"Bentuk Cinta Rupiah diwujudkan dalam kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain Rupiah, memperlakukan Rupiah secara tepat, dan menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu," ucapnya.
Kebanggaan akan Rupiah ditunjukkan dengan menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara, berdaulat, menggunakan dalam setiap transaksi, dan memaknai sebagai alat pemersatu Bangsa. Dan yang terakhir adalah Paham Rupiah, dimana masyarakat diharapkan paham berperilaku sesuai dengan fungsi Rupiah dalam rangka melakukan transaksi pembayaran, membelanjakan Rupiah dan mengoptimalkan nilai Rupiah.
Dirinya menambahkan, Optimisme harus tetap dijaga dan momentum dimanfaatkan. Perubahan perilaku dalam bertransaksi dengan memanfaatkan transformasi digital menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan ekonomi.
"Hal ini tentunya dengan didukung oleh pemahaman memadai dalam bertransaksi untuk menghindarkan diri dari potensi risiko yang mungkin timbul dari pemanfaatan teknologi. Dan tentunya, sebagai manusia Indonesia yang menjunjung tinggi nasionalisme, penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi merupakan sebuah keharusan," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan