Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Modus Minta Tolong, Salah Pelaku Begal Berpura-pura Jadi Korban
BERITABALI.COM, NTB.
Tim Puma Polres Lombok Barat Polda NTB berhasil membekuk komplotan begal dengan modus berpura-pura butuh pertolongan.
Dalam menjalankan aksinya, salah satu pelaku mengaku sebagai korban kejahatan, menyasar kepada pengguna jalan yang melintas.
Aksi komplotan begal itu terjadi di jalan Raya Dusun Kondak Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat terhadap korbannya, Fahrul (19 tahun) warga Desa Kuripan Selatan yang terjadi Maret lalu.
Sementara pelakunya berjumlah enam orang. Yakni, AN (35) selaku otak pelaku, MW (30 tahun), SL (36 tahun), MH (24 tahun), MK (45 tahun) dan SU (25 tahun) sebagai pelaku penadah. Seluruh terduga pelaku yang rata-rata berdomisili di sekitar Kecamatan Gerung sudah diamankan di Mapolsek Lobar untuk menjalani proses hukum.
Menurut Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S Wibowo SIK, Selasa (5/5), setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengungkap siapa yang menjadi pelaku dalam tindak pidana tersebut.
“Dalam menjalankan aksinya, salah satu pelaku mengaku sebagai korban kejahatan, menyasar kepada pengguna jalan yang melintas,” terang Kapolres.
Dijelaskannya, kejahatan itu berawal dari adanya permintaan tolong dari salah satu tersangka terhadap korban, yang berpura-pura minta diantar pulang. Namun di tengah jalan korban sudah ditunggu oleh pelaku lain yang menggunakan kendaraan roda empat.
Saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian korban diikat oleh pelaku, termasuk salah satu pelaku yang pura-pura sebagai korban.
“Jadi kendaraan, handphone dan lain sebagainya semua diambil oleh pelaku, setelah dilakukan penyelidikan, kita menyimpulkan bahwa yang menjadi pelaku dari tindak pidana begal ini sebanyak enam orang,” jelasnya.
Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya satu buah HP, satu unit sepeda motor yang digunakan oleh pelaku ke TKP, dan satu unit mobil pick up yang digunakan menghadang korban.
“Terhadap para pelaku kami sangkakan dengan pasal 365 ayat (1), ayat (2) dan Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman yaitu sembilan tahun penjara,” tegasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan