Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pria Tanpa Identitas Terbakar di Pinggir Rel
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria ditemukan terbakar di bantaran rel di Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (6/5/2021) sore.
Korban yang tidak memiliki identitas ini dilarikan ke rumah sakit guna mendapat pertolongan.
Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan warga Tusian Syahputra (51). Saat itu Tusian sedang membersihkan sawarh yang tak jauh dari lokasi.
Ia melihat korban terbakar dan menjerit-jerit sambil mengeluarkan maki-makian yang tidak jelas.
Melihat kejadian itu, Tusian langsung meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berdatangan sambil berupaya memadamkan api.
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang melalui Kapolsek Perbaungan AKP V Simanjuntak membenarkan peristiwa tersebut.
"Iya benar, ada seorang laki-laki dewasa yang memiliki identitas yang sudah dalam kondisi terbakar di bantaran Rel Kereta Api," katanya.
Petugas yang mendapat laporan turun ke lokasi. Kekinian polisi masih mendalami kasus itu dan mengidentifikasi identitas korban.
"Korban masih dalam perawatan di rumah sakit, dan menunggu pihak keluarga guna melakukan penyelidikan mendalam," tukasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2744 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun