Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kasus Covid-19 di India Capai 1,5 Juta Hanya Dalam Satu Minggu
BERITABALI.COM, DUNIA.
India mencatat 1,57 juta kasus Covid-19 baru dalam satu minggu setelah kembali mencatatkan tambahan kasus harian pada hari Jumat (7/5/2021).
Menyadur Channel News Asia, Jumat (7/5/2021) India melaporkan rekor kasus Covid-19 setiap hari hingga hari Jumat, menjadikan jumlah total kasus baru untuk minggu ini mencapai 1,57 juta.
Infeksi menyebar dari kota-kota yang penuh sesak ke desa-desa terpencil yang merupakan rumah bagi hampir 70 persen dari 1,3 miliar orang di India.
India melaporkan 414.188 kasus baru pada hari Jumat, kematian akibat Covid-19 juga bertambah 3.915, sehingga total kematian menjadi 234.083.
Gelombang kedua Covid-19 yang mematikan di India terus berlanjut dan jumlah total kasusnya sekarang mencapai 21,49 juta.
Pakar medis mengatakan bahwa tingkat Covid-19 yang sebenarnya di India bisa mencapai lima hingga 10 kali lipat dari data resmi pemerintah.
Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat dalam menekan gelombang kedua, setelah mengizinkan festival keagamaan dan demonstrasi politik beberapa pekan terakhir dan menjadi "penyebar super".
Pemerintahan Modi juga dikritik karena menunda program vaksinasi, yang menurut para ahli medis adalah satu-satunya harapan India untuk mengendalikan Covid-19.
Surat kabar Hindustan Times pada hari Jumat menuntut: "Percepat pemberian vaksin, kendalikan gelombang kedua pandemi."
Meskipun negara tersebut adalah pembuat vaksin terbesar di dunia, India sedang berjuang untuk menghasilkan dosis vaksin yang cukup untuk membendung Covid-19.
Modi telah menekankan bahwa negara bagian India harus menjaga tingkat vaksinasi. Meskipun negara tersebut telah memberikan setidaknya 157 juta dosis vaksin, tingkat inokulasinya menurun tajam dalam beberapa hari terakhir.
"Setelah mencapai tingkat sekitar 4 juta sehari, kami sekarang turun menjadi 2,5 juta per hari karena kekurangan vaksin," kata Amartya Lahiri, seorang profesor ekonomi di Universitas British Columbia seperti dikutip dari surat kabar Mint.
"Target 5 juta per hari adalah batas bawah dari apa yang harus kita tuju, karena bahkan pada tingkat itu, akan membutuhkan satu tahun bagi kita untuk mendapatkan dua dosis untuk setiap orang. Sayangnya, situasinya sangat suram." sambungnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6026 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan