Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Simpan Potongan Jarinya, Pria Ini Pakai Untuk Buka "Smartphone"
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria yang kehilangan satu jarinya karena mengalami kecelakaan saat bekerja, masih menyimpan potongan jarinya dan menggunakan untuk membuka "smartphone" miliknya.
Menyadur The Sun, Sabtu (8/5/2021) Kieran Higgins kehilangan ujung jari telunjuknya karena tertimpa crane di tempat ia bekerja.
Setelah mengalami kecelakaan tersebut, dia langsung pergi ke klinik terdekat sembari membawa potongan jarinya tersebut yang terbungkus plastik.
Namun, ia harus berpindah ke sebuah rumah sakit yang jaraknya sekitar 15 mil karena luka yang dialaminya terlalu parah.
Saat menuju rumah sakit, ia sudah mendapatkan obat penghilang rasa sakit, antibiotik. Saat pergi ke rumah sakit, pria 56 tahun tersebut juga membawa dan ujung jarinya yang terpuru sekitar satu inci.
Setelah sembuh, Kieran menganggap akan membutuhkan potongan jari tersebut sebagai "bukti" jika dia harus membuat klaim asuransi.
Kieran kemudian mengawetkan potongan jarinya dengan cara memasukkannya ke dalam toples yang sudah diisi dengan cairan alkohol.
Setelah dua minggu tersimpan, Kieran memutuskan untuk mencoba apakah potongan jarinya tersebut masih bisa untuk menyalakan Samsung Galaxy A20-nya.
"Saya menyusun rencana yang licik. Saya mengekstrak ujung jari dari kuburan alkohol obat, mengeringkannya dan eureka!" ujar Kieran.
"Saya berhasil mendaftarkan jari saya yang mati ke ponsel saya." tukasnya.
Kieran, yang tinggal di pedesaan Spanyol, menjelaskan jika tindakannya menyimpan potongan jarinya adalah satu ide yang bagus.
"Anda tidak pernah tahu kapan ini akan berubah menjadi buruk, jadi saya menyimpannya jika ada yang bertanya kepada saya karena perusahaan asuransi tidak mau membayar." sambungnya.
Lucas Francese, manajer perangkat biometrik di perusahaan kedirgantaraan Prancis Thales, mengatakan teknologi standar di pasar menghentikan jari palsu, seperti yang dibuat dari karet atau gelatin, agar tidak berfungsi.
"Itu memungkinkan jari-jari asli, hidup atau mati, untuk bekerja." jelasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan