Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Cari Alternatif, Dokter India: Kotoran Sapi Bukan Obat Covid!
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dokter di India kewalahan menghadapi warganya yang menggunakan kotoran sapi sebagai alternatif mengobati Covid-19. Menyadur Asia One Selasa (11/05), warga India menyakini kotoran sapi bisa menangkal Covid-19 dan mereka membaluri tubuh dengan kotoran itu secara rutin.
Para dokter mengatakan tidak ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan keefektifan itu. Sementara itu, kotoran sapi juga berisiko menyebarkan penyakit lain yang melemahkan pasien.
Di Gujarat, India barat, beberapa orang pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk menutupi tubuh mereka dengan kotoran sapi dan air kencing dengan harapan bisa menangkal virus corona.
Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci tentang kehidupan dan bumi. Selama berabad-abad, umat Hindu menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual karena dipercaya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.
"Kami melihat, bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan dan dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut," kata Gautam Manilal Borisa, manajer asosiasi perusahaan farmasi.
Biasanya, peserta menunggu kotoran dan campuran urin di tubuh mereka mengering, lalu memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan dan berlatih yoga untuk meningkatkan tingkat energi. Terapi ditutup dengan mandi susu atau buttermilk.
Dokter dan ilmuwan di India dan di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk Covid-19 dan mengatakan hal ini dapat menyebabkan rasa aman yang salah dan memperumit masalah kesehatan.
"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19. Ini sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata Dr JA Jayalal, presiden nasional di Indian Medical Association.
Pandemi virus corona telah menyebabkan kehancuran di India, dengan 22,66 juta kasus dan 246.116 kematian yang dilaporkan sejauh ini.
Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi dengan warga berjuang mendapatkan tempat tidur di rumah sakit, oksigen dan obat-obatan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun