Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Soal Kisruh Sampradaya, Dewan Minta PHDI Bijak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Belakangan aksi penolakan terhadap aliran keyakinan Hare Khrisna semakin gencar. Mulai dari orasi di ashram-ashram hingga aksi penutupan kegiatan salah satu aliran sampradaya itu.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry dalam unggahan di media sosial menyebutkan situasi itu sangat menyita perhatian di tengah upaya pemerintah menangani Covid-19.
"Kami menghimbau PHDI sebagai lembaga umat Hindu, bersama sama dengan lembaga/instansi terkait, mengambil langkah dan prakarsa dengan solusi yang arif dan bijaksana," ungkap Sugawa Jumat (14/5).
Jika polemik ini berlangsung lama, menurutnya hal ini berpotensi mengganggu keguyuban masyarakat Bali.
"Kami mengajak semua pihak untuk sama-sana menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan masyarakat Bali di dalam menjalankan kewajiban dharma agama," tuturnya.
Dia melihat semua pihak hendaknya lebih mengedepankan pendekatan humanis, musyawarah dan memegang teguh falsafah "Tat Twam Asi" yakni konsep warisan adiluhung para leluhur Bali.
Upaya ini ia ibaratkan bagaikan mengambil jarum dalam semangkok tepung. Jarumnya terambil dan tepungnya jangan sampai berantakan.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun