Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Dinkes Pastikan Vaksin AstraZeneca di Tabanan Aman
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan memastikan jika vaksin AstraZeneca yang digunakan aman.
Tabanan menerima vaksin AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV539, sedangkan vaksin Astrazeneca yang dihentikan sementara peredarannya oleh pemerintah pusat melalui Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hanya khusus untuk produksi CTMAV547.
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr I Nyoman Suratmika mengatakan, untuk vaksin Astrazeneca yang beredar di Bali termasuk di kabupaten Tabanan relatif aman, dan pemberian vaksinasi pada masyarakat masih berjalan.
“Masyarakat tidak perlu ragu ataupun panik, karena vaksin untuk Bali termasuk di Tabanan bukan termasuk kelompok vaksin yang sudah dihentikan atau dicabut peredarannya oleh pemerintah pusat,” ujarnya, Senin (17/5).
Tabanan mendapatkan distribusi vaksin AstaZeneca sebanyak 50 ribu dosis dari Pemerintah Provinsi Bali pada awal bulan Mei 2021. Sudah didistribusikan pada sepuluh Puskesmas yang ada di Tabanan untuk melanjutkan layanan vaksinasi reguler yang kini masih merampungkan sasaran petugas pelayanan publik, lansia dan guru.
Termasuk juga vaksin ini melayani untuk kegiatan vaksinasi berbasis banjar di tiga desa yang disiapkan untuk kawasan zona hijau.
“Hanya ditemukan keluhan ringan seperti demam dan itu hanya sebagian kecil saja,” ujarnya.
Suratmika menyebutkan, warga sasaran penerima vaksin wajib mengikuti dua kali atau mendapatkan dua dosis vaksin. Dimana vaksin tidak bisa bekerja maksimal jika dosis yang disuntikkan ke tubuh seseorang cuma sekali. Karena untuk menangkal paparan virus Corona diperlukan dua dosis jenis vaksin yang sama guna terciptanya sistem kekebalan tubuh yang efektif sehingga mampu melawan serangan virus.
“Penyuntikan dosis pertama dan kedua ini harus diikuti,” ujarnya.
Begitupun ia meminta agar orang yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid19 tetap harus menerapkan protokol kesehatan.
“Jangan sampai orang sudah dapat vaksin terus dia berpikir ini aman, lalu 3M tidak dilakukan lagi, ini yang salah,”pungkasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan