Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Salah Satu Keluarga Pemancing yang Hilang di Pantai Mimba Gelar Ritual "Ngedetin"
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pihak keluarga Wayan Abdiana salah seorang dari tiga pemancing yang menghilang misterius di pesisir Pantai Mimba, Padangbai, Manggis, Karangasem pada Sabtu, 13 Februari 2021 lalu gelar ritual "ngedetin".
Upacara Ngedetin merupakan ritual memanggil dan menarik arwah korban untuk diajak pulang untuk mengikuti upacara ngaben. Ritual ngedetin digelar dalam rangkaian persiapan upacara pengabenan yang akan dilaksanakan pada Jumat, (21/05/2021).
Ngedetin berlangsung di kawasan Pantai Mimba tempat ketiga pemancing tersebut menghilang pada Rabu, (19/05/2021). Menurut Kadek Abdiyasa selaku adik dari Wayan Abdiana salah satu dari tiga pemancing yang hilang tersebut, pihak keluarga akan melaksanakan pengabenan sehingga terlebih dahulu dilaksanakan ritual ngedetin.
"Kita akan melaksanakan upacara pengabenan pada tanggal 21 Mei 2021, kemarin sudah dilaksanakan ritual ngedetin di pantai Mimba," ujarnya saat dihubungi media ini pada Kamis (20/05/2021).
Ia juga menuturkan kendati sampai sata ini belum ditemukan, pihak keluarga sudah pasrah dan mengikhlaskan kepergian Wayan Abdiana, sehingga diputuskan untuk menggelar upacara pengabenan untuk Wayan Abdiana.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan