Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perangkat Desa di Jembrana Diminta Melakukan Pendataan Agar Konkrit dan Ilmiah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Literasi data memegang peranan penting dalam menjalankan segala kebijakan dan program pembangunan. Perangkat desa tidak saja hanya mampu membuat data begitu saja tanpa makna, melainkan data itu harus mampu dibunyikan.
Untuk itu, perangkat desa khususnya kepala dusun/lingkungan agar dalam melakukan pendataan agar konkrit dan ilmiah.
Hal itu diungkapkan Bupati I Nengah Tamba saat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jembrana Rocky Gunung Hasudungan yang didampingi kepala BPS Propinsi Bali Hanif Yahya dan ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi betempat di aula pertemuan desa Warnasari kecamatan Melaya, Selasa (25/05/2021). Kegiatan juga disertai launching program Desa Bagus (membangun desa dengan statistik).
“MoU ini sangat kita harapkan dari dulu. Big data sangat penting dalam menjalankan setiap kebijakan dan program pembangunan. Untuk itu saya minta kepada perbekel dan para kelian dinas harus fair, kongkrit dan ilmiah," ujar Bupati Tamba.
Dengan data yang akurat dan jelas, kata Bupati Tamba, akan sangat memudahkan dalam pengolahannya. ”Semua sektor harus ada data. Baik di kependudukan termasuk di sub sektor ekonomi seperti pertanian, perikanan juga peternakan dan sub-sub sektor lainnya. Kita contohkan, untuk sektor pertanian misalnya, berapa produksinya pasca panen tiba begitu juga sub-sub sektor ekonomi lainnya. Dengan demikian, kita akan mudah memanfaatkan data itu. Hari ini kita punya apa, kebutuhan berapa dan sisanya kita bawanya kemana. Untuk itulah, saya minta perangkat desa jangan main-main dengan data,” tegasnya.
Sementara Kepala BPS Kabupaten Jembrana, Rocky Gunung Hasudungan mengatakan, MoU ini merupakan payung hukum bagi pemerintah kabupaten Jembrana untuk melakukan kegiatan bersama. Spesifik lagi Launching Desa Bagus (membangun desa dengan statistik).
”Ini merupakan kolaborasi BPS dengan pemerintah daerah dimana BPS memberikan pembekalan kepada perangkat desa dimana data itu mampu dibunyikan. Data bukan semata angka-angka saja melainkan tetapi data itu mempunyai makna,”ujarnya.
Kata Rocky kepada beritajembrana.com, perangkat desa saat melakukan pendataan jangan memandang sebelah mata.
”saya harapkan masyarakat mempunyai literasi yang baik. Untuk itu saya harapkan perangkat desa saat mendata agar dilakukan sebaik mungkin dan masyarakat juga memberikan jawaban yang sebenar-benarnya. Ingat, ketidakvalidannya sumber data akan berdampak buruk terhadap kebijakan dan program,” pungkasnya.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan